<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715</id><updated>2011-12-19T08:24:24.911+07:00</updated><category term='Kenangan'/><category term='Politik'/><category term='Teknologi'/><category term='Opini'/><category term='Parenting'/><title type='text'>Setiap detik adalah kisah terbaikku....</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7711369629308738947</id><published>2011-12-19T08:21:00.003+07:00</published><updated>2011-12-19T08:24:24.918+07:00</updated><title type='text'>Lowongan Dosen Politeknik Caltex Riau 2012</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5MCw5KcAyVs/Tu6RieWeGEI/AAAAAAAAAYM/6NHgqPGwIUo/s1600/politeknikchevron_kcl.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-5MCw5KcAyVs/Tu6RieWeGEI/AAAAAAAAAYM/6NHgqPGwIUo/s640/politeknikchevron_kcl.png" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rekan - rekan, ayo siapa berminat?&lt;br /&gt;Rencana tes dan wawancara akan diadakan di beberapa kota : Pekanbaru, Bandung/Jakarta, dan Yogyakarta pada bulan Januari-Februari 2012.&lt;br /&gt;See you later.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7711369629308738947?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7711369629308738947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7711369629308738947&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7711369629308738947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7711369629308738947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2011/12/lowongan-dosen-politeknik-caltex-riau.html' title='Lowongan Dosen Politeknik Caltex Riau 2012'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5MCw5KcAyVs/Tu6RieWeGEI/AAAAAAAAAYM/6NHgqPGwIUo/s72-c/politeknikchevron_kcl.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-1713280906661109985</id><published>2010-12-25T16:29:00.003+07:00</published><updated>2010-12-25T16:34:05.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Mengapa e-Government Gagal di Indonesia?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="subjudul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Penulis: Mochamad James Falahuddin&lt;/strong&gt; - detikinet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;http://www.detikinet.com/read/2010/11/01/173530/1481829/328/mengapa-e-government-gagal-di-indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setiap tahun, hampir di seluruh instansi  pemerintah, baik itu departemen, pemerintah provinsi, pemerintah  kabupaten/kota, polisi, militer, hingga BUMN/BUMD, selalu ada kegiatan  pengadaan barang/jasa terkait dengan penerapan teknologi informasi (TI). Sisi perangkat keras, selalu ada peremajaan sistim, sehingga  perangkat keras yang dimiliki selalu up to date. Demikian juga dari  sisi perangkat lunak, sudah sangat banyak aplikasi baik yang terkait  Sistem Informasi Manajemen, Geographical Information System, hingga  aplikasi yang terkait dengan layanan masyarakat seperti Sistem Pelayanan  Satu Atap, KTP Online dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jika diakumulasikan,  katakanlah dalam 10 tahun terakhir, mungkin anggaran yang dikeluarkan  dari APBN/APBD untuk seluruh pengadaan implementasi TI ini tiap tahunnya  bisa mencapai puluhan atau bisa jadi sudah menyentuh angka ratusan  triliun rupiah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Selayaknya, dengan uang dari hasil pajak rakyat  yang demikian besar, dan dengan banyaknya proyek terkait implementasi TI  tersebut, negara ini sudah memiliki satu sistem e-government yang akan   memberikan peningkatan efisiensi dalam operasional pemerintah, dan  dalam waktu yang sama juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi  kenyataannya saat ini mungkin bisa dikatakan nyaris tidak ada instansi  pemerintah/BUMN yang sebagian besar operasionalnya dilakukan secara  elektronik. Mungkin ada satu-dua yang menjadi pengecualian, tapi tentu  saja jumlah itu menjadi tidak signifikan dibanding seluruh instansi  pemerintah yang tiap tahunnya merilis proyek-proyek berbau TI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik  kenyataan seperti itu, bisa dipastikan ada yang salah dalam  inisiatif-inisiatif e-Government yang selama ini dilakukan oleh instansi  pemerintahan. Dengan kembali bergaungnya e-Gov, nampaknya bisa  dijadikan sarana percobaan implementasi komputasi awan. Dan tentunya  kita harus menelaah terlebih dahulu penyebab macetnya implementasi e-Gov  selama ini agar ke depannya inisiatif-inisiatif terkait e-Gov dapat  membuahkan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Permasalahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis dalam hal ini mencoba  memetakan, setidaknya ada empat permasalahan utama yang menjadi batu  sandungan dari belum terwujudnya e-Government di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Fokus kepada penyerapan anggaran, bukan pada master plan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sistem  anggaran pemerintahan yang masih menjadikan 'penyerapan' anggaran dalam  satu periode sebagai salah satu indikator utama kinerja lembaga  pemerintahan, juga ikut andil dalam sulitnya mewujudkan sebuah sistem  e-Government di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terhitung banyaknya  proyek-proyek TI yang dibuat dengan semangat penyerapan anggaran ini.  Biasanya di kuartal keempat tahun ini, akan bermunculan berbagai  pekerjaan yang 'kurang penting' tapi dipaksa diwujudkan demi mantra  'terpenuhinya target penyerapan anggaran'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah untuk  pekerjaan-pekerjaan seperti ini adalah Proyek Sangkuriang, yang merujuk  kepada mitos warga Parahyangan di mana demi memperistri Dayang Sumbi,  Sangkuriang harus mampu membuat sebuah perahu megah dalam waktu  semalam--yang tentu saja mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek-proyek seperti ini  tentu saja merupakan 'berkah' bagi para vendor TI, karena mereka bisa  mendapatkan tambahan penjualan. Dan mungkin juga berkah bagi pihak-pihak  yang bisa mengambil keuntungan dari terserapnya anggaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  bagi kepentingan instansi itu sendiri proyek-proyek Sangkuriang ini  tidak memberikan dampak peningkatan kinerja yang signifikan, karena  apapun juga kalau dikerjakan secara terburu-buru pasti hasilnya tidak  maksimal. Ujung-ujungnya, sistim yang dibangun belum tentu berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali  lagi, dengan sistim penganggaran seperti itu, tidak berjalan  maksimalnya sebuah sistim bukanlah sebuah aib, karena yang penting  anggaran terserap. Toh, tahun depan masih ada anggaran lagi yang harus  diserap, yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap sistem  yang 'gagal' tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi meskipun sebuah instansi sudah  memiliki Master Plan TI, tapi karena biasanya isi dari Master Plan itu  sifatnya masih sangat banyak yang global dan normatif. Tanpa diikuti  detail perencanaan yang memadai, akhirnya Master Plan tersebut menjadi  tidak berdaya saat berhadapan dengan keharusan terserapnya anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Memulai terlalu besar atau terlalu kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak  instansi pemerintah yang begitu ambisius, meluncurkan proyek  implementasi TI dalam skala yang sangat besar, entah itu jumlah sistem  yang dibangun dalam satu rangkaian proyek cukup banyak, atau sasaran  implementasi dari satu sistem yang terlalu luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, tim  TI dari instansi tersebut, biasanya terbuai dengan bujuk rayu vendor  perangkat keras/lunak yang memang harus menjual kehebatan perangkat  mereka demi memenuhi kuota penjualan yang mereka tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sisi lain, Tim TI, entah karena pemahaman teknisnya kurang memadai, atau  karena sebab lain, seolah tidak memahami bahwa implementasi sistem TI  dalam skala besar itu membutuhkan perencanaan yang  mumpuni. Apalagi  jika sistem yang dibangun terkait dengan integrasi beberapa sistem  sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, karena lambatnya proses persetujuan  dana dari DPR/DPRD, ditambah dengan proses lelang, sisa waktu yang  tersedia untuk pekerjaan besar yang sudah dicanangkan untuk tahun  anggaran tersebut hanya tinggal sedikit--biasanya alokasi waktu hanya  sekitar 5-6 bulan, yang tentu saja mustahil untuk mencapai seluruh  sasaran dalam waktu tersebut.&lt;br /&gt;Alhasil, biasanya terjadi kompromi,  demi memenuhi tenggat waktu serah terima pekerjaan, sehingga sistim yang  dibangun pun jauh dari optimal. Bahkan kadang terkesan sangat  dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga instansi yang karena takut  gagal dalam implementasi sebuah sistem TI, memulainya dalam skala yang  sangat kecil--atau istilahnya 'pilot project'. Dengan harapan, kalau  sudah ada contoh nyata implementasi dalam skala kecil, akan lebih mudah  untuk memperluas lingkup implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah  dalam logika ini. Hanya saja, pengembangan satu sistem TI yang 'kecil',  biasanya berarti juga anggaran yang disediakan 'kecil'. Sehingga hanya  perusahaan TI skala kecil pula yang  bisa atau bersedia terlibat dalam  proses pengadaan yang kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, tanpa  mengurangi rasa hormat kepada para wirausahawan TI 'kecil' tersebut,  biasanya mereka ini memiliki kemampuan programming yang mumpuni, tapi  karena tidak memiliki pengalaman berinteraksi dengan sebuah sistem  besar, mereka tidak memperhitungkan aspek skalabilitas dari sistim yang  mereka bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada akhirnya secara fungsional , pilot  project sistim tersebut terwujud secara sempurna. Namun, karena aspek  skalabilitas tadi tidak direncanakan dengan baik, maka masalah akan  timbul saat sistem ini akan diperluas cakupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan  jumlah user dan juga jumlah perangkat keras yang dilibatkan, serta makin  kompleksnya organisasi yang akan menjadi target implementasi, biasanya  tidak mampu diadopsi oleh sistem yang dibangun dengan mindset 'kecil'  tersebut. Pada akhirnya, untuk bisa mencapai skalabilitas yang  diinginkan, proses pengembangan dari nol, tidak bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;*Tulisan  ini merupakan pendapat pribadi dari Mochamad James Falahuddin, seorang  praktisi teknologi informasi. Bisa dihubungi lewat redaksi@detikinet.com  atau mochamad.james@codephile.com.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-1713280906661109985?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detikinet.com/read/2010/11/01/173530/1481829/328/mengapa-e-government-gagal-di-indonesia' title='Mengapa e-Government Gagal di Indonesia?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/1713280906661109985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=1713280906661109985&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/1713280906661109985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/1713280906661109985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/12/mengapa-e-government-gagal-di-indonesia.html' title='Mengapa e-Government Gagal di Indonesia?'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-4402592098852005354</id><published>2010-12-06T17:48:00.004+07:00</published><updated>2010-12-06T22:04:55.215+07:00</updated><title type='text'>Kebahagian di Ultah ke-34....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TPz7gnjDVwI/AAAAAAAAAPI/ysNl282zhFQ/s1600/19036_1335936355670_1148935955_1033350_5471552_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TPz7gnjDVwI/AAAAAAAAAPI/ysNl282zhFQ/s200/19036_1335936355670_1148935955_1033350_5471552_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547585378803996418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini adalah hari yang membahagiakan. Nikmat dan rezeki Allah datang bertubi - tubi dari hal yang tiada terkira. Alhamdulillah hari ini umur telah 34 tahun, suatu umur yang mungkin telah mencapai separoh jatah hidup.Malam kemarin satu kebahagiaan datang disaat istriku tercinta telpon, " Abi... siap - siap untuk anak ke-4!." Ternyata kecurigaan akan hadirnya anak ke-4 terjawab... memang tidak terencana tapi kami selalu menyakini semua tidak luput dari rencana Allah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan itu makin memantapkan nikmat Allah yang telah diberikan untuk keluargaku, yaitu diterimanya beasiswa istri dari DIKTI untuk pendidikan dokter spesialisnya dan diterimanya istriku masuk PNS dosen di FK UNRI Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakar sama istri, " Eh, koq beli dua dapat tiga yah?" Inginnya dapat beasiswa dan ketrima PNS, eh ditambah bonus tak terduga dari Allah yaitu akan hadirnya anak ke-4 Masya Allah...!! Alhamdulillah...!!! Allahu Akbar...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku....&lt;br /&gt;Walau terbayang bagaimana berat menjalaninya terutama bagi istriku tercinta. Di Jogja... dengan suami yang jauh, bersama 3 anak (7th, 5 th, 1,5 th), sekolah spesialis yang banyak tugasnya plus mengandung anak ke-4 yang akan kian membesar..... Tapi ku yakin Kau akan mampu..!!! Karena dikau telah membuktikannya untuk dua etape terdahulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bagaimana dulu mengandung anak pertama kita yang juga harus jauh dari suami plus beban koas yang tak kalah beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bagaimana dirimu dinegeri Kangguru sendiri sambil mengandung anak ke-3 dan harus bersusah payah menyelesaikan mastermu....&lt;br /&gt;Pokoknya, dirimu perempuan hebat! Istri hebat! dan Ummi yang hebat juga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-4402592098852005354?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/4402592098852005354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=4402592098852005354&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4402592098852005354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4402592098852005354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/12/kebahagian-di-ultah-ke-34.html' title='Kebahagian di Ultah ke-34....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TPz7gnjDVwI/AAAAAAAAAPI/ysNl282zhFQ/s72-c/19036_1335936355670_1148935955_1033350_5471552_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-310521725939147742</id><published>2010-06-29T10:04:00.014+07:00</published><updated>2011-01-02T19:13:07.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Refleksi Sewindu Pernikahan ( 29 Juni 2002 – 29 Juni 2010)</title><content type='html'>&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cmumtaz%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cmumtaz%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cmumtaz%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page WordSection1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Delapan t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ahun, suatu pelayaran yang lumayan panjang mengemudikan biduk pernikahan. Paparan kehidupan ini menjelaskan bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; pernikahan haruslah dijaga dari seluruh terpaan angin dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; g&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;elombang kehidupan. Terbukti begitu banyak biduk – biduk pernikahan yang oleng dan terhempas berkeping – keping menumpahkan angan dan cita penumpangnya. Perjuangan itu tidak hanya sekedar menjaga kemudi biduk agar berarah pada tujuannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tetapi bagaimana selama pelayaran bisa memberikan makna pada tiap detik perjalanannya. Suatu kerja keras yang tiada henti, namun harus selalu diperjuangkan dan selalu dijaga niatnya sampai akhir menjumpai Illahi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah evaluasi 8 tahun perjalanan, tiada kata lain yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terucap selain kalimat syukur “&lt;i style=""&gt;Alhamd&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;ulillah&lt;/i&gt;”, ternyata pilihan 8 tahun yang lalu bukanlah pilihan yang jelek &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;apalagi  salah. Teriring tulisan ini, aku ucapkan terima kasih pada istriku  tercinta yang telah membersamai perjalanan ini, tentunya tidak semuanya  dalam suka cita, mungkin terselip didalamnya rasa galau dan sedih,  tetapi itu semua ternyata menjadi racikan cinta yang tiada kata mampu  mewakilinya. Mungkin banyak cita dan angan yang belum tercapai pada  etape pertama ini, ayo kita jadikan itu bunga – bunga yang akan  senantiasa terkembang hingga menambah semarak, arti, dan semangat  mengarungi etape berikutnya. Bukankah hidup terasa lebih hidup manakala  ada yang ingin kita kejar? Istriku, engkau tetap menjadi anugrah  terindah yang pernah kumiliki, perhiasan terindah di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TClvbQ9i0oI/AAAAAAAAAO4/a7a7gPIEtSY/s1600/kiama+4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TClvbQ9i0oI/AAAAAAAAAO4/a7a7gPIEtSY/s200/kiama+4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488040135127913090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gelak tawa dan tangisan Ais, Hafshoh dan Syauqi, matahari – matahari kita, membuat bersinar biduk kita di tengah samudra kehidupan ini. Mereka bagaikan obat lelah paling mujarab di saat lelah selepas mengayuh dayung kehidupan ini. Banyak tugas kita terhadap mereka untuk melejitkan potensi – potensi yang Allah berikan hingga menjadi manusia – manusia yang &lt;i style=""&gt;mumtaz&lt;/i&gt; sebagaimana tersemat dalam nama – nama mereka. Puji syukur kepada-Mu ya Allah atas seluruh karunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TCllyBmd7jI/AAAAAAAAAOw/9A5jYYmpFts/s1600/keluarga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TCllyBmd7jI/AAAAAAAAAOw/9A5jYYmpFts/s200/keluarga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488029531025305138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepada saudara – saudaraku, para pengemudi biduk pernikahan.... Marilah berbagi pengalaman dan bahu membahu agar kita mendapatkan resep dan prosedur yang baik sebagai nahkoda. Marilah kita membesarkan calon – calon nahkoda berikutnya dalam habitat yang terbaik. Kami yakin tidak akan mampu membesarkan mereka dengan baik tanpa dukungan habitat yang baik. Marilah kita beri tontonan dan adegan kehidupan yang bisa menjadi pedoman bagi mereka sebagaimana Rosulullah Muhammad SAW mengajarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-310521725939147742?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/310521725939147742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=310521725939147742&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/310521725939147742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/310521725939147742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/06/refleksi-sewindu-pernikahan-29-juni.html' title='Refleksi Sewindu Pernikahan ( 29 Juni 2002 – 29 Juni 2010)'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/TClvbQ9i0oI/AAAAAAAAAO4/a7a7gPIEtSY/s72-c/kiama+4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-3335030972925816144</id><published>2010-05-01T07:13:00.002+07:00</published><updated>2010-05-01T07:32:09.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sensus Penduduk Indonesia 2010, 5 Trilyun...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S9t2b3FrEoI/AAAAAAAAAOQ/V9VtBJt08MM/s1600/Pin+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S9t2b3FrEoI/AAAAAAAAAOQ/V9VtBJt08MM/s200/Pin+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466092793760518786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mulai hari ini, Indonesia mengadakan perhelatan besar. Bukan olimpiade, juga bukan pemilu, tetapi sama - sama menguras anggaran pemerintah kita yang dikumpulkan dari pajak seluruh warganya. Sensus penduduk yang katanya untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia yang diprediksi mencapai 235 juta jiwa beserta profile masing - masing jiwa. Perhelatan ini hampir rutin dilakukan setiap 10 tahun sekali ini menelan biaya yang sangat besar, 5 trilyun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya negeri ini suka sekali dengan hitung - hitung jumlah penduduk, mulai sensus 10 tahunan, pemilu 5 tahunan, pemilukada gubernur, pemilukada bupati/walikota, bahkan pilihan kepala desa, acara paling menyita dana adalah pendataan penduduk. Bisa dibayangkan biaya yang dikeluarkan hanya untuk menghitung jumlah penduduk, padahal inti pembangunan adalah menyejahterakan rakyat negeri ini berapapun jumlahnya. Saya nilai, pemerintah saat ini masih sangat konvensional mengelola pemerintahan, khususnya mengenai jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak berfikir modern dikit. Seharusnya negeri ini telah mengimplementasikan teknologi informasi secara penuh untuk pendataan kependudukannya. Seharusnya ada single ID yang berlaku secara nasional dan untuk semua keperluan. Data kependudukan ini sebagai dasar proses - proses yang lain dalam menjalankan sendi - sendi kemasyarakatan ini. Kegagalan dalam mengelola data kependudukan akan menimbulkan ketidakefisienan proses, bahkan kriminalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi teknologi informasi harusnya bisa menjawab masalah - masalah di atas. Data kependudukan selalu bergerak, ada yang lahir, ada yang mati, ada yang bertambah umurnya. Hal ini sangat mudah disolusikan dengan teknologi informasi. Sekali data kependudukan dibuat maka kalau ada warga lahir tinggal menambah, warga mati tinggal disable, warga punya hal pilih pemilu juga secara otomatis terdeteksi setelah 17 tahun dari pendataan kelahirannya. Tentu banyak dana yang bisa dihemat dengan sistem ini, tidak perlu hitang - hitung setiap saat. Pemerintah tinggal menyediakan counter - counter update data kependudukan untuk warganya dan bagi yang melek internet bisa juga update secara online..... wow..!!! Asyik..!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-3335030972925816144?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/3335030972925816144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=3335030972925816144&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3335030972925816144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3335030972925816144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/05/sensus-penduduk-indonesia-2010-5.html' title='Sensus Penduduk Indonesia 2010, 5 Trilyun...!!!'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S9t2b3FrEoI/AAAAAAAAAOQ/V9VtBJt08MM/s72-c/Pin+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-6697437485672850798</id><published>2010-04-16T08:51:00.006+07:00</published><updated>2010-04-16T09:33:35.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Keandalan Sistem Informasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S8fK4iMSQrI/AAAAAAAAAOA/2XyZeP-OQ34/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S8fK4iMSQrI/AAAAAAAAAOA/2XyZeP-OQ34/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460556145809834674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teringat kejadian 2 hari yang lalu saat belanja di mini market Indomaret di bilangan Jalan Palagan Jogja. Seperti biasa, diriku belanja kebutuhan harian di Indomaret selepas mengantar istri di rumah sakit. Sekitar 15 menit saja waktu dibutuhkan untuk sekantong belanjaan karena harus segera melesat mengantar anak ke-2 ke sekolahnya, namun hari itu agak berbeda...!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gagal sistem pada sistem online Indomaret sehingga semua dilakukan manual sehingga biasa belanja 15 menit bisa hampir 30 menit karena petugasnya harus mencari harga di rak-rak barang belanjaanku karena harga tidak tercantum pada produk. Merekapun menulis daftar belanjaan di buku ala kadarnya, saat kubayar..... mereka bilang, Pak...!! Nggak usah pakai nota yah...??? (Dengan wajah memelas) Diriku paham, iyalah gpp.... karena tadi saat dia pencet pencet kalkulator, mataku fokus kalau ada salah pencet. Bisa dibayangkan kalau tetap memaksa minta nota, maka mereka harus menulis ulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S8fLTKEvhDI/AAAAAAAAAOI/LYFPzDFVL6s/s1600/images+tradi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 85px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S8fLTKEvhDI/AAAAAAAAAOI/LYFPzDFVL6s/s200/images+tradi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460556603192214578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terbayang kalau beli di warung 10 tahun yang lalu..... Kalau kita sodorkan sekeranjang belanjaan maka si empunya warung dengan lancar menuliskan harga barang - barang yang kita beli karena database harga mereka di otaknya. Lebih handal....!?!? Iya! Tapi untuk kondisi sekarang sudah tidak menjawab kebutuhan lagi. Dengan tidak ada pencatatan stok barang, barang keluar masuk maka toko - toko tradisional tidak bisa mamastikan jumlah barang yang ada di tokonya, belum lagi kalau punya pegawai yang tidak jujur maka akan susah melakukan pengawasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indomaret mungkin mini market modern saat ini, dengan outlet outlet yang tersebar diseluruh pelosok, sistem mereka online sehingga pusat mampu mendeteksi stok barang dan semua transaksi yang terjadi pada setiap outlet. Hal ini diperlukan karena kebutuhan pembayaran royalti yang berdasarkan persentase penjualan. Pasokan barang juga didasarkan kebutuhan yang mereka dapatkan langsung dari database-nya. Sungguh memudahkan dengan adanya sistem informasi yang mensupport-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan yang bisa terlihat dari kejadian 2 hari lalu saat gagal sistem adalah sistem antisipasinya yang terkesan tidak ada. Sistem informasi harusnya diperkuat dengan prosedur manual yang jelas apabila sistem tidak berfungsi. Sistem waralaba Matahari Departement Store, terlihat memiliki sistem ini, disamping memanfaatkan sistem online-nya, maka nota - nota fisik masih mereka pergunakan sehingga kalaulah mati listrik, transaksi masih bisa dilakukan dengan baik. Indomaret tempat kubelanja kemarin, tidak terlihat adanya prosedur itu. Harga juga sebaiknya tetap ada pada setiap produknya sehingga kalau database tidak terakses maka dengan mudah menemukan harga - harga sehingga kecepatan proses dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke sistem online-nya, seharusnya disamping memiliki database tersentral, setiap outlet tetap memiliki database sendiri sebagai back-up apabila koneksi ke pusat bermasalah. Sistem akan melakukan update apabila koneksi terjadi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Ditulis di:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;UC UGM on Indonesia Cisco Networking Academy Conference 2010 (konferensi koq malah ngeblog...... Abis gak paham, pembicaranya di Amrik pakai webex lagi.....)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-6697437485672850798?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/6697437485672850798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=6697437485672850798&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6697437485672850798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6697437485672850798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/04/keandalan-sistem-informasi.html' title='Keandalan Sistem Informasi'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S8fK4iMSQrI/AAAAAAAAAOA/2XyZeP-OQ34/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7369830313492638434</id><published>2010-03-07T11:44:00.002+07:00</published><updated>2010-03-07T12:40:35.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Plasma TV vs LCD TV vs LED TV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S5MwwOWGETI/AAAAAAAAAN4/cGe-2rkTV1U/s1600-h/LCD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S5MwwOWGETI/AAAAAAAAAN4/cGe-2rkTV1U/s200/LCD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445749979463684402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa bulan ini di Indonesia mulai marak penjualan TV LED, mungkin kita bertanya –tanya apa sih LED? Gimana teknologinya? Keunggulan dan kelemahannya? Artikel ini berusaha menjawab kegundahan Anda. Sekaligus kita bandingkan dengan LCD dan Plasma yang telah dikeluarkan lebih dahulu oleh perusahaan – perusahaan elektronik. Plasma, LCD dan LED adalah tiga teknologi utama yang tersedia pada TV layar datar hari ini. Dan sebagian besar pembuat TV sekarang memiliki model di tiga teknologi. Sangat jarang kita melihat tiga jenis teknologi dalam satu lini produk, yang semuanya diproduksi dan dijual oleh pemain besar di industri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Apa itu LCD, LED dan Plasma? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak Anda adalah, apa perbedaan antara ketiga jenis TV itu? LCD singkatan dari Liquid Crystal Display. TV LCD memiliki kristal cair antara panel layar TV, yang akan diaktifkan bila arus listrik disuplai untuk itu. LED TV bekerja pada kristal cair yang sama platform, tapi cahaya berasal dari dioda pemancar cahaya (Light Emitting Diodes, LED) yang digunakan sebagai back-cahaya untuk TV ini, sedangkan TV LCD normal menggunakan lampu CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamps). Sebuah TV plasma bekerja pada platform yang sama sekali berbeda. Sebuah TV plasma memiliki selembar individu sel plasma, yang bisa diaktifkan ketika listrik dilewatkan ke TV. Baca terus untuk mengetahui bagaimana cara kerja TV plasma? Dengan demikian kita dapat melihat bahwa teknologi plasma dan LCD yang sama sekali berbeda, sementara perbedaan antara LCD dan LED hanya back-cahaya, yang mereka gunakan. Baca terus untuk TV layar datar tinjauan dan perbedaan antara LCD dan plasma TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #1: Contrast Ratio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rasio kontras adalah kemampuan TV untuk menunjukkan daerah kontras tinggi pada layar. Daerah kontras tinggi adalah warna hitam dan putih dalam gambar. Jika TV memiliki rasio kontras yang baik, hal itu menunjukkan perbedaan antara daerah gelap dan terang layar sangat baik. Pengujian rasio kontras TV adalah dengan adegan-adegan dalam gelap, di mana kebutuhan untuk membedakan warna hitam diperlukan.&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa TV plasma umumnya memiliki rasio kontras yang lebih baik daripada TV LCD dan LED. Hal ini karena TV plasma memiliki plasma pada masing-masing sel, yang secara otomatis mengubah diri mereka pada bagian-bagian yang lebih gelap dari layar. TV LCD di sisi lain memiliki satu kristal cair sehingga saat harus menampilkan gambar gelap, CCFL harus meredup akibatnyawarna hitam tidak begitu meyakinkan. Di sisi lain, TV LCD didukung dengan lampu LED belakang memiliki sedikit tepi sebagai individu LED memutar diri ke dalam 'off' posisi di bagian gelap layar dengan demikian memberikan hitam yang lebih meyakinkan daripada TV LCD.&lt;br /&gt;Hasil: Pada rasio kontras parameter, TV plasma dengan jelas telah di atas angin. LED TV yang berikutnya, disusul TV LCD yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #2: Viewing Angle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Viewing angle adalah sudut dimana gambar di TV dapat dilihat. Semua TV dapat dilihat saat Anda tepat di depannya, tapi karena semua pemirsa tidak bisa duduk tepat di depan TV dan harus duduk di sekitarnya (samping kanan dan kiri), maka parameter sudut menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;Pemenang untuk titik ini lagi adalah TV plasma. Citra TV plasma tetap baik dan kokoh untuk pemirsa di hampir setiap sudut. TV LCD jatuh kembali ketika sering ada kehilangan warna dan detail, ketika TV dilihat dari sudut menyamping. LED TV meminimalkan masalah yang dihadapi oleh TV LCD karena dengan desentralisasi kembali lampu sehingga memiliki sudut pandang yang lebih luas.&lt;br /&gt;Hasil: Pada parameter sudut pandang, TV plasma adalah pemenang, diikuti oleh LED TV di tempat kedua dan LCD TV di tempat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #3: Color&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini cukup jelas bahwa warna-warna cerah dari TV akan menjadi pertimbangan penting dalam pikiran pembeli TV. Tetapi tidak ada pemenang pada parameter ini karena semua TV tampaknya menunjukkan gambar berkualitas baik. Perbedaan mungkin ada di antara dua model TV jenis yang sama atau dua merek TV yang berbeda, model harga yang lebih tinggi menunjukkan warna yang lebih baik, tetapi sebagian besar masih memiliki kualitas gambar yang sama. Dikatakan bahwa jika LED TV memiliki lampu berwarna, ia akan menampilkan gambar yang terbaik dari mereka semua, tapi hal ini masih diperdebatkan.&lt;br /&gt;Hasil: Semua peringkat TV memiliki kualitas yang baik, harga yang menentukan yang lebih baik, karena dengan harga yang lebih tinggi biasanya pewarnaan layar akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #4: Motion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;LCD TV telah menunjukkan peningkatan yang besar pada parameter ini dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak dapat diperdebatkan bahwa teknologi plasma memiliki kelebihan di sini. Ketika layar plasma memiliki sel-sel individual yang dapat me-refresh pada tingkat yang jauh lebih cepat. Aliran gerak telah menjadi momok bagi para pembuat TV LCD untuk waktu sekarang. LED TV sebagian besar menggunakan teknologi yang sama seperti TV LCD tetapi menunjukkan kinerja yang lebih baik dari LCD TV.&lt;br /&gt;Hasil: Plasma untuk sekarang,masih jawara, disusul LED TV untuk urusan gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #5: Power Consumption&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Plasma TV mengkonsumsi lebih banyak tenaga daripada LCD TV, karena setiap sub-pixel di layar harus dinyalakan. Sebaliknya, kebutuhan TV LCD lebih perlu sedikit kekuatan untuk menerangi lampu belakang. Tapi LED TV adalah pemenang titik ini karena lampu LED belakang memiliki kekuatan lebih efisien dan lebih kecil kebutuhan listriknya.&lt;br /&gt;Hasil: LED TV adalah pemenang pada titik ini, diikuti oleh LCD dan plasma.&lt;br /&gt;Evaluasi poin #6: Lifespan&lt;br /&gt;Kelemahan plasma TV, yang pembuatnya berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki ini, adalah umur. Kualitas dan kecerahan layar plasma mengambil pemukulan dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi plasma keluaran sekarang datang dengan lebih efisien, yang memiliki potensi untuk bertahan lebih lama. Umur dari LCD dan LED TV tergantung pada umur dari lampu belakangnya, tetapi pada rata-rata umur TV tersebut seharusnya lebih daripada plasma TV.&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dipertimbangkan selain umur adalah burn-in (terbakar). TV plasma memiliki beberapa masalah, karena memiliki potensi burn-in yang lebih besar pada layarnya. Para pembuat TV plasma mencari solusi untuk memperbaiki masalah ini juga. TV LCD dan LED jarang memiliki masalah layar terbakar.&lt;br /&gt;Hasil: Pada titik ini, TV LCD telah menjadi pemenang, sementara umur dari lampu LED belakang tetap belum diuji, sebagai teknologi yang relatif baru. Tapi plasma mencoba untuk memperpanjang umur mendekati TV LCD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evaluasi poin #6: Price&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengatakan semua ini, pada akhirnya, keputusan bagi kebanyakan orang adalah dibuat oleh label harga. Bagi banyak orang di seluruh dunia, masalah label harga jauh lebih penting daripada enam poin belumnya.&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, plasma telah menikmati harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan LCD, namun sebagai ukuran produksi dan permintaan LCD meningkat, harga LCD ditetapkan untuk menjadi lebih dan lebih kompetitif dengan plasma. LED TV memiliki harga yang relatif mahal sebagai teknologi yang baru dikeluarkan. Untuk ukuran kecil plasma lebih murah, namun untuk saat ini TV berukuran lebar harga murah didominasi oleh LCD TV.&lt;br /&gt;Hasil: Plasma adalah nomor 1 untuk TV ukuran kecil (dibawah 32 inchi), tetapi TV di atas 32 inchi lebih murah LCD. TV LED saat ini masih berharga 2 kali lebih mahal dari LCD untuk ukuran yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7369830313492638434?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7369830313492638434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7369830313492638434&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7369830313492638434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7369830313492638434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/03/plasma-tv-vs-lcd-tv-vs-led-tv_3410.html' title='Plasma TV vs LCD TV vs LED TV'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S5MwwOWGETI/AAAAAAAAAN4/cGe-2rkTV1U/s72-c/LCD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-8759512075479187137</id><published>2010-02-06T08:55:00.003+07:00</published><updated>2010-02-06T09:04:14.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Research University – Mimpi Di Siang Bolong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S2zN8DS33MI/AAAAAAAAANo/_mw0JEY50Uw/s1600-h/calgary.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S2zN8DS33MI/AAAAAAAAANo/_mw0JEY50Uw/s200/calgary.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434945281889656002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hampir seluruh universitas besar di Indonesia menargetkan sebagai research university. Suatu keinginan besar menjadikan insan – insan akademisi untuk menjadi tulang punggung pengembangan iptek mengejar ketertinggalan yang telah teramat jauh dari negara – negara maju di dunia ini. Memang riset adalah jalan masuk pengembangan national capital knowlegde, suatu aset yang sungguh penting bagi kemandirian bangsa di tengah kompetisi global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Bagaimana hasilnya saat ini? Suatu pertanyaan yang menggelitik tentunya. Sungguh kenyataan saat ini adalah jauh api dari panggangnya. Banyak hal yang merupakan prasyarat sebagai research university yang belum diadakan bahkan terkesan tidak dipedulikan. Ironi saat menyaksikan bagaimana prestasi anak bangsa di luar negeri yang terpaksa mereka berkiprah di sana lantaran tidak adanya fasilitas yang memadai untuk melakukan riset. Dari pada tidak berkembang di dalam negeri mending berkiprah di luar negeri bisa memberi manfaat kepada umat seluruh dunia melalui penemuan – penemuannya. Memang Indonesia menjadi negara yang tidak begitu bersahabat bagi para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menggelikan panggung kehidupan negeri ini.  Lebih banyak “profesor” yang memegang palu kekuasaan (walau sekedar jabatan di kampusnya) daripada yang terbiasa dengan laboratoriumnya. Lebih banyak doktor yang mengerjakan proyek pengadaan daripada proyek penelitian. Di Indonesia banyak profesor yang sekedar administratif tanpa karya nyata. Berapa jurnal ilmiah yang bisa dihasilkannya per tahun ? Di publikasikan di mana? Begitu amat sedikitnya jurnal – jurnal internasional yang bisa dihasilkan oleh anak negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih detail lagi kalau mengkritisi internal kampus, walaupun kampus – kampus terbaik kita. Saya sedang melaksanakan riset thesis di universitas terbaik di negeri ini, fasilitas apa yang bisa didapatkan untuk menunjang riset? Jauh dari minimal !!! Perpustakaan memang banyak, megah dan luas…. Tapi isinya buku – buku kuno, lebih layak sebagai perpustakaan kitab – kitab atau buku sejarah. Tidak ada fasilitas akses ke online jurnal untuk mencari referensi penelitian terbaru. Jangankan internasional jurnal, hasil karya skripsi, thesis, desertasi internal saja tidak mudah mengaksesnya, database penelitian? Masih omong kosong! Padahal di kampus gudangnya ahli – ahli sistem informasi. Ironi…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya terfasilitasi oleh account istri yang alumnus Sydney University, AU. Apapun jurnalnya hampir bisa didapatkan secara online. Sampai bab 3 saat ini telah menggunakan 51 referesi jurnal penelitian terbaru, dari 700-an jurnal yang diunduh sebagai bahan bacaan pendukung thesis. Banyak teman memohon untuk dicarikan jurnal – jurnal yang mereka butuhkan karena memang tidak adanya account bagi mereka. Berlangganan secara mandiri? Siapa mahasiswa yang mau mengeluarkan jutaan rupiah untuk itu? Saya berfikir apa kampus kami yang tidak memiliki akses semisal ke IEEE, Science Direct, dll. Ternyata rekan sekantor yang kuliah di institut teknologi terbaik di negeri ini email untuk dicarikan jurnal penelitian sebagai bahan mengerjakan tugasnya…. Hualah….. ternyata sama nasibnya. Suatu syarat untuk menghasilkan karya penelitian baik tentu adanya akses jurnal penelitian sebelumnya. Kalau berkaca dengan negera – negara maju mungkin tidak ahsan juga, tapi negara jiran kita Malaysia mampu menyediakan akses tersebut untuk mahasiswa – mahasiswanya, UTM contohnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan mahasiswa Indonesia yang harus mengemis untuk diberi sharing akses ke internasional jurnal kepada mahasiswa Indonesia yang beruntung bisa kuliah di luar negeri. Pak Mendiknas, fasilitasi kita dong untuk langganan online jurnal bagi seluruh universitas di Indonesia biar menjadi research university bukan mimpi doang!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-8759512075479187137?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/8759512075479187137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=8759512075479187137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/8759512075479187137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/8759512075479187137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/02/research-university-mimpi-di-siang.html' title='Research University – Mimpi Di Siang Bolong'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S2zN8DS33MI/AAAAAAAAANo/_mw0JEY50Uw/s72-c/calgary.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-167489577555354650</id><published>2010-01-18T12:50:00.007+07:00</published><updated>2010-01-18T14:00:35.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Kesibukan Pagi Ini.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S1QHABa5AiI/AAAAAAAAANY/krMKvHlZ8LA/s1600-h/keluarga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S1QHABa5AiI/AAAAAAAAANY/krMKvHlZ8LA/s200/keluarga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427971147850908194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Alhamdulillah, di pagi yang cerah hari ini Allah masih memberikan banyak kenikmatan bagi keluargaku tercinta. Alarm di HP berdering jam 04.00 WIB, segera kubergegas wudlu lalu melesat ke masjid. Lima belas menit berikutnya, saat kukembali ke kamar terlihat istriku tercinta yang setiap saat menemaniku, membuatkan tugas S2-ku, bahkan banyak paragraf di laporan tesisku adalah hasil karyanya masih terbaring dengan jundi ke-3 yang terus menempel bagaikan pacet (binatang penghisap darah) untuk memperoleh aliran kehidupan, maklum baru 10 bulan ia hadir di keluarga ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Bangun.... bangun.... ayo subuh dulu! Iapun membuka mata sedikit...., itupun sebelah saja yang kelihatan bola matanya, hehhehe..... mata china plus masih ngantuk :P (Banyangin sendiri :P) Masih terlihat guratan kecapekan karena sehari kemarin harus ikut seminar PERDOSKI (Persatuan Dokter Spesialis Kulit Indonesia), yah orientasi hari pertama karena status barunya sebagai residen semester awal di PPDS Kulit &amp;amp; Kelamin FK UGM, almamaternya dulu. Bergegas ia bangun dan membangunkan 2 jundiyah kami di kamar lain untuk jamaah subuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;Sudah kuperkirakan pagi ini akan menjadi pagi heboh karena semua memulai dengan hal baru dan harus mengefektifkan kerjanya. Istri dengan target sampai ke RS dr. Sarjito jam 06.30 WIB, dengan target sepagi itu, apalagi hari pertamanya masuk PPDS, ia harus menyelesaikan banyak hal. Yang utama adalah membuatkan bubur makan si kecil untuk bisa dilahapnya sampai sore hari. Si kecil Syauqi dengan umur 10 bulan telah mencapai bobot 12 kg..... apapun akan dia lahap! Pagi ini terbantu karena bapak ibu mertua masih di jogja sehingga Aisyah dan Hafshoh dapat terhandle oleh beliau - beliau. Alhamdulillah kuliah S2-ku hampir selesai, tinggal menyelesaikan tesis saja sehingga ke kampus bisa agak siang. Setelah ku masukkan cucian ke mesin, kusiapkan Suzuki Spin untuk melesat menuju Sarjito mengantar sang Residen baru! Jarak rumah - Sarjito kurang lebih 15 km saja, bisa ditempuh dalah 20 menit perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Ais dan Hafshoh memulai semester barunya hari ini, memang mundur 1 minggu dari teman - temannya karena baru pulang liburan dari Palembang. Banyak kebiasaan pagi yang ia lupakan karena terlalu lama libur dan ada neneknya yang bisa melakukan banyak hal untuk "memanjakannya". Kebiasaan 2 anak itu memang lambat untuk makan dan mandi di pagi hari, semoga seiring perguliran waktu makin dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Sepertinya pagi hari agak menjadi waktu yang menyibukkan untuk waktu-waktu mendatang. Ummi harus menyiapkan banyak hal di pagi hari, Ais - Hafshoh harus lebih mandiri di pagi hari untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat sekolah, diriku mendapat pahala tambahan dari tugas utama sebagai "tukang cuci", bertambah dengan "ojek pribadi" rute rumah - Sarjito, memandikan Syauqi setelah antar ummi, mengantar Hafhshoh ke TK. BERSEMANGAT...!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-167489577555354650?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/167489577555354650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=167489577555354650&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/167489577555354650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/167489577555354650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2010/01/kesibukan-pagi-ini.html' title='Kesibukan Pagi Ini.....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/S1QHABa5AiI/AAAAAAAAANY/krMKvHlZ8LA/s72-c/keluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-9212006132133072974</id><published>2009-12-14T10:37:00.007+07:00</published><updated>2009-12-14T18:14:21.017+07:00</updated><title type='text'>MENDIKNAS ke PCR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fontbesar"&gt;Nostalgia Mendiknas Ke &lt;a href="http://www.pcr.ac.id"&gt;Politeknik Caltex Riau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="font"&gt;Ahad, 6 Desember 2009, Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Fasli Jalal melakukan kunjungan kerja ke Kampus Politeknik Caltex Riau. Kegiatan tersebut merupakan bagian rangkaian kunjungan Mendiknas ke Pekanbaru yang dimulai pada hari sabtu, tanggal 5 Desember 2009. Bagi PCR, kunjungan Pak Mendiknas dan rombongan ini begitu special dikarenakan : Pertama, dari seluruh tempat-tempat yang dikunjungi, Pak Mendiknas paling lama mengisi kegiatan di PCR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SyW2t2e8REI/AAAAAAAAANQ/Kxc1AakZKa8/s1600-h/nuh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SyW2t2e8REI/AAAAAAAAANQ/Kxc1AakZKa8/s200/nuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414935025818551362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;edua, Kunjungan Pak Mendiknas ke PCR sebagai bukti adanya ikatan emosional Pak Menteri s&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;ebagai salah seorang yang membidani berdirinya PCR. Seperti kata beliau, ini kesempatan langka, seorang menteri bisa datang tanpa surat permohonan dari PCR; ketiga, selama di PCR, acara dikemas dalam suasana informal, kuliah umum dilakukan lesehan ala sambung rasa di mainhall PCR, interaksi antara mahasiswa, dosen, dan civitas kademika PCR dengan pak Menteri begitu hangat tanpa sekat-sekat protokoler, makanan dikemas ala masakan kampung dengan menu idola pak menteri yaitu gulai baung dari Cuik Resto, tempat makan khas di pinggir pelabuhan ex. CPI, jangan heran kalau Pak Menteri bolak-balik untuk mencicipi makanan favoritnya, sehingga secara umum kunjungan Pak Menteri ke PCR lebih berkesan sebagai nostalgia dengan keluarga besar PCR. Selama kunjungannya, Pak Menteri memberikan 3 kesan untuk civitas akademika PCR : Kesan pertama adalah bersih, selama melihat berbagai fasilitas PCR, beliau tidak menemukan 1 batang pun puntung rokok di PCR. Kedua, multicultural, PCR bisa membina dan menampung mahasiswa dari berbagai kultur, etnis dan budaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Ketiga adalah konsisten, PCR bisa mempertahankan kualitas budaya, etika dan atmosfir akademik yang kondusif sehingga telah berhasil menjalani siklus akademik sesuai dengan harapan, kata beliau banyak institusi pendidikan yang hanya komit di saat pendiriannya tapi dalam kurun waktu 5 tahun (satu siklus akademik) gagal mempertahankannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.pcr.ac.id/website/id/modul_detail.php?item=163&amp;amp;&amp;amp;item_xml=1&amp;amp;&amp;amp;item_keterangan=Nostalgia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-9212006132133072974?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pcr.ac.id/website/id/modul_detail.php?item=163&amp;&amp;item_xml=1&amp;&amp;item_keterangan=Nostalgia' title='MENDIKNAS ke PCR'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/9212006132133072974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=9212006132133072974&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/9212006132133072974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/9212006132133072974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/12/mendiknas-ke-pcr.html' title='MENDIKNAS ke PCR'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SyW2t2e8REI/AAAAAAAAANQ/Kxc1AakZKa8/s72-c/nuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-5030132096386420821</id><published>2009-12-09T13:41:00.006+07:00</published><updated>2009-12-14T10:37:49.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Indeks Persepsi Korupsi Indonesia = Indeks Keimanan Umat Islam Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/Sx9Ktuvp9GI/AAAAAAAAANI/MM4x_gHxkXY/s1600-h/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/Sx9Ktuvp9GI/AAAAAAAAANI/MM4x_gHxkXY/s200/korupsi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413127426625107042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angka Indeks Persepsi Korupsi Indonesia naik dari 2,6 tahun 2008 menjadi 2,8 tahun 2009, disertai kenaikan 15 peringkat dari tahun lalu menjadi urutan 111 dari 180 negara. Prestasi ???? Mungkin ini pertanyaan menggelitik! Apapun, ada peningkatan prestasi walaupun kalau difikir mendalam adalah sebuah ironi. Indonesia yang mayoritas umat Islam menjadi negeri yang subur korupsinya.... Innalillah!&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Korupsi dan suap subur bagai rumput di musim hujan menunjukkan implementasi keimanan dalam diri umat Islam di Indonesia sangat rendah. Islam telah melarang mengambil harta yang bukan haknya, menyuap dan disuap muaranya di Jahannam. Namun ajaran agama yang berbudi ini agaknya tidak bisa memjadi internal spirit untuk menahan aktivitas yang berbau korupsi dan suap.&lt;/span&gt; Terlihat rendahnya indeks tersebut dibandingkan negara - negara lain harus menjadi perhatian bagi juru dakwah umat Islam, beginilah indeks implementasi keimanan ummat kita. Mungkin ada yang non muslim melakukan korupsi, tetapi kita harus legowo dengan prosentase yang mayoritas maka pelaku korupsi di negeri ini dalam muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi seakan telah menjadi nafas masyarakat Indonesia. Urusan di kantor terendah di negeri ini saja tidak luput dari pungli yang muara uangnya entah dimana. Untuk masuk menjadi PNS, anggota Polri/TNI tidak luput dengan permainan uang oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab. Akhir - akhir ini mulai terkuak mafia hukum yang akarnya juga korupsi dan suap. Sungguh Indonesia menjadi negeri yang merana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari anti korupsi sedunia hari ini, banyak elemen masyarakat yang turun ke jalan menyuarakan anti korupsi, semoga ajakan moral itu disambut oleh semua pihak sehingga mereka mengazzamkan diri untuk menginggalkan korupsi yang seakan telah membudaya. Tentu ajakan paling efektif adalah terhadap diri sendiri untuk tidak melakukan hal buruk tersebut. Ingat korupsi bukan hanya sekedar masalah bangsa yang sistemik, tetapi masalah keimanan yang akan dihisab dihadapan Allah. Ayo tinggalkan korupsi dan suap sekecil apapun karena ini adalah konsekuensi keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-5030132096386420821?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/5030132096386420821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=5030132096386420821&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/5030132096386420821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/5030132096386420821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/12/indeks-persepsi-korupsi-indonesia.html' title='Indeks Persepsi Korupsi Indonesia = Indeks Keimanan Umat Islam Indonesia'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/Sx9Ktuvp9GI/AAAAAAAAANI/MM4x_gHxkXY/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-1221707524196739956</id><published>2009-09-19T09:55:00.004+07:00</published><updated>2009-09-19T14:24:04.733+07:00</updated><title type='text'>Ied Mubarok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SrSG2JCSrtI/AAAAAAAAANA/6rgbQhIE8AM/s1600-h/lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SrSG2JCSrtI/AAAAAAAAANA/6rgbQhIE8AM/s400/lebaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383075719311175378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kami mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Taqobbalallohu shiyamana wa shiyamakum&lt;br /&gt;wa ja'alanallohu iyyana wa iyyakum minal 'aidin wal faizin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-1221707524196739956?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/1221707524196739956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=1221707524196739956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/1221707524196739956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/1221707524196739956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/09/ied-mubarok.html' title='Ied Mubarok'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SrSG2JCSrtI/AAAAAAAAANA/6rgbQhIE8AM/s72-c/lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-6071376037960910021</id><published>2009-05-05T11:08:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T08:42:33.942+07:00</updated><title type='text'>Hasil DPD Riau 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pleno KPU Riau untuk calon anggota DPD RI tuntas sudah. Hasilnya Abdul Ghafar Usman, Intsiawati Ayus, Maimanah Umar dan M Ghazali melenggang ke Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riauterkini-PEKANBARU- Setelah sempat terkenda karena ada suara dari lima desa di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis belum dihitung, akhirnya rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau untuk suara calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tuntas sekitar pukul 20.30 WIB, Jumat (1/5/09).&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Hasil resmi KPU Riau untuk anggota DPD asal Riau memutuskan sebanyak 1.991.601 suara sah. Perolehan suara terbanyak menempatkan Abdul Ghafar Usman, calon nomor urut 2, sebagai juara dengan dukungan sebanyak 172.961 suara, disusul dua incumbent, yakni Intsiawati Ayus dengan perolehan 144.559 suara, Maimanah Umar dengan 121.832 suara dan wajah baru Muhammad Ghazali yang mengantongi 101.959 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk urutan lima hingga sepuluh adalah Khairudin dengan 94.887 suara, Agustiar dengan 88.719 suara, Haris Jumadi dengan 76.397 suara, Amer Hamzah dengan 76.091 suara, Arbi dengan 69.041 suara, dan Wide Wirawaty dengan 64.368 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tuntasnya pleno KPU Riau untuk suara DPD, maka tuntas sudah tugas berat serta rumit yang diemban KPU Riau. Sebelumnya, sekitar pukul 16.20 WIB, Jumat (1/5/09) KPU lebih dahulu menuntaskan pleno untuk suara legislatif, mulai dari DPRD kabupaten/kota, provinsi sampai DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, meskipun sudah tuntas terlebih dahulu, namun sampai saat ini hasil rekapitulasi suara legislatif hasil pleno KPU belum bisa didapat wartawan.***(mad/tam)&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-6071376037960910021?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/6071376037960910021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=6071376037960910021&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6071376037960910021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6071376037960910021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/05/hasil-dpd-perwakilan-riau-2009.html' title='Hasil DPD Riau 2009'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-219547302593677665</id><published>2009-05-05T10:47:00.005+07:00</published><updated>2009-09-06T09:14:47.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Hasil Pemilu Legislatif Riau 2009</title><content type='html'>&lt;p&gt;KPU Riau telah menetapkan hasil Pemilu 2009 untuk daerah Provinsi Riau. Berikut ini nama-nama anggota DPRD Riau dan DPR RI yang dipilih rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat pleno terakhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau berakhir tadi malam, Jumat 1 Mei 2009 sekitar pukul 21.30 WIB. Berikut ini nama-nama anggota DPRD Riau dan DPR RI yang menjadi pilihan rakyat.&lt;span class=”fullpost”&gt; &lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil I Pekanbaru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPP=31.505&lt;br /&gt;1. Ayat Cahyadi (PKS) 14.543 Suara&lt;br /&gt;2. Muhniarti (Demokrat) 12.193 Suara&lt;br /&gt;3. Iwa Sirwani Birba (Golkar) 11.350 Suara&lt;br /&gt;4. Noviwaldy Jusman (Demokrat) 7.262 Suara&lt;br /&gt;5. M Faisal Aswan (Golkar) 6.492 Suara&lt;br /&gt;6. Ramli Sahur (PAN) 5.690 Suara&lt;br /&gt;7. Robin P Hutagalung (PDIP) 3.364 Suara&lt;br /&gt;8. M Roem Zen (PPP) 2.354 Suara&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil II Kampar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPP=38.263&lt;br /&gt;1. Jefry Noer (Demokrat) 26.227 Suara&lt;br /&gt;2. Rosvanilda Zulher (Golkar) 20.289 Suara&lt;br /&gt;3. Aziz Zaenal (PPP) 16.843 Suara&lt;br /&gt;4. Masnur (Golkar) 16.542 Suara&lt;br /&gt;5. Taufan Andoso Yakin (PAN) 7.441 Suara&lt;br /&gt;6. AB Purba (PDIP) 4.595 Suara&lt;br /&gt;7. Darisman Ahmad (PKS) 3.464 Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil III Rokan Hulu-Rokan Hilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tabrani Makmun (Partai Golkar) 49.617 suara&lt;br /&gt;2. Suparman (Partai Golkar) 15.133 suara&lt;br /&gt;3. Johar Firdaus (Partai Golkar) 12.499 suara&lt;br /&gt;4. Tengku Azuwir (Partai Demokrat) 39.977 suara.&lt;br /&gt;5. Rusli Ahmad (PDIP) 32.057 suara.&lt;br /&gt;6. Syafrudin Sa'an (PKS) 22.489 suara.&lt;br /&gt;7. H. Kijuhari (PAN) 21.521 suara.&lt;br /&gt;8. Rusli Effendi (PPP) 20.397 suara.&lt;br /&gt;9. Sahut Sihaloho (PPRN) 17.513 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil IV Bengkalis-Dumai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Zulfan Heri (Partai Golkar) 26.388 suara&lt;br /&gt;2. Ilyas Labay (Partai Golkar) 6.669 suara&lt;br /&gt;3. Mahdinur (PKS) 17.839 suara&lt;br /&gt;4. Raja Thamsir Rachman (Partai Demokrat) 14.239 suara&lt;br /&gt;5. Bagus Susanto (PAN) 10.910 suara&lt;br /&gt;6. Nazlan K (PPP) 8.075 suara&lt;br /&gt;7. Almanis (PDIP) 6.587 suara&lt;br /&gt;8. Nurzaman (Partai Gerindra) 8.835 suara&lt;br /&gt;9. Solihin (PBR) 6.351 suara&lt;br /&gt;10. Zulkarnain Nurdin (PBB) 6.240 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil V Siak-Pelelawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPP=22.928&lt;br /&gt;1. Zukri (PDIP) 16.042 Suara&lt;br /&gt;2. Sumiyanti (Golkar) 9.531 Suara&lt;br /&gt;3. T Muhazza (Demokrat) 9.305 Suara&lt;br /&gt;4. Rizky Hariansya (PKB) 7.577 Suara&lt;br /&gt;5. Indra Isnaini (PKS) 5.120 Suara&lt;br /&gt;6. Hazmi Setiadi (PAN) 4.135 Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil VI Inhil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPP=34.705&lt;br /&gt;1. Syamsuri Latief (Golkar) 23.485 Suara&lt;br /&gt;2. Abdul Wahid (PKB) 12.996 Suara&lt;br /&gt;3. Ruslan Jaya (Golkar) 11.485 Suara&lt;br /&gt;4. Rita Zahara (Demokrat) 11.090 Suara&lt;br /&gt;5. James Pasaribu (PDIP) 8.150 Suara&lt;br /&gt;6. Ramli (PBR) 6.820 Suara&lt;br /&gt;7. Elly Suryani (Golkar) 6.721 Suara&lt;br /&gt;8. Jabarullah (PPP) 5.918 Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil VII Inhu-Kuansing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPP=38.453&lt;br /&gt;1. Yopi Arianto (Golkar) 21.128 Suara&lt;br /&gt;2. Asrul Jafar (Demokrata) 13.090 Suara&lt;br /&gt;3. Supriati (Golkar) 11.311 Suara&lt;br /&gt;4. Syarif Hidayat (PPP) 9.565 Suara&lt;br /&gt;5. Muhammad Duhir (PKB) 5.980 Suara&lt;br /&gt;6. Adrian Ali (PAN) 5.531 Suara&lt;br /&gt;7. Turoechan Asy’ari (PDIP) 4.075 Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama Anggota &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DPR RI Hasil Pemilu 2009 &lt;/span&gt;dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil I&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pekanbaru, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Dumai dan Bengkalis&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;1. Arsyad Yuliandi Rachman (Partai Golkar) 54.611 suara&lt;br /&gt;2. Sutan Sukarmotomo (Partai Demokrat) 49.937 suara&lt;br /&gt;3. Chairul Anwar (PKS) 50.914&lt;br /&gt;4. Wan Abubakar (PPP) 55.030 suara&lt;br /&gt;5. Ian Siagian (PDIP) 16.775 suara&lt;br /&gt;6. Asman Abnur (PAN) 42.174 suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapil II &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;1. Idris Laena (Partai Golkar) 96.521 suara&lt;br /&gt;2. Nurliah (Partai Golkar) 38.534 suara&lt;br /&gt;3. M Nasir (Partai Demokrat) 52.926 suara&lt;br /&gt;4. Marsiaman (PDIP) 18.162 suara&lt;br /&gt;5. M Lukman Edi (PKB) 42.849 suara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-219547302593677665?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/219547302593677665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=219547302593677665&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/219547302593677665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/219547302593677665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/05/hasil-pemilu-legislatif-riau-2009.html' title='Hasil Pemilu Legislatif Riau 2009'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-2796808261384101219</id><published>2009-04-30T08:50:00.001+07:00</published><updated>2009-04-30T08:52:00.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Mengapa Takut pada PKS ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah acara talk show di stasiun televisi berlangsung seru pasca Pemilu yang baru berlalu di Indonesia. Para pembicara berasal dari partai-partai besar peraih suara terbanyak: Anas Urbaningrum dari Partai Demokrat yang tampil sebagai pemenang pemilu, Sumarsono (Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya yang sempat shock karena tergeser ke ranking kedua), dan Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang menempuh jalan oposisi). Narasumber keempat adalah seorang anak muda, doktor bidang teknik industry lulusan Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Mohammad Sohibul Iman, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai debat panas, Kumolo mendekati Iman dan berbisik: “Mas, bagaimana sikap teman-teman PKS terhadap PDIP? Posisi Hidayat Nur Wahid cukup berpengaruh di kalangan PDIP, dia menempati ranking kedua untuk mendampingi Ibu Mega.” Perbincangan intim itu tak pernah dilansir media manapun, meski publik mencatat Hidayat pernah diundang khusus dalam acara rapat kerja yang dihadiri pengurus dan kader PDIP se-Indonesia. Dua pekan setelah Pemilu, DPD PDIP Sulawesi Utara, yang berpenduduk mayoritas non-Muslim masih mengusulkan lima calon wakil presiden yang layak mendampingi Mega, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono, Prabowo Subianto, Akbar Tanjung, Hidayat Nur Wahid dan Surya Paloh (Republika, 21/4). Itu bukti kedekatan partai nasionalis sekuler dengan Islam, lalu mengapa selepas pemilu yang aman dan lancar, tersebar rumor sistematik bahwa partai Islam radikal (PKS) menjadi ancaman keutuhan nasional Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Demokrat dan PKS sekali lagi membuat kejutan. Dalam Pemilu 2004, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina itu, hanya menempati urutan kelima dengan perolehan suara 7,5%. Sekarang mereka menempati tempat teratas dengan raihan suara lebih dari 20,6% menurut perhitungan suara sementara. Sementara PKS yang menempati ranking keenam pada Pemilu 2004 dengan suara 7,3% memang tak bertambah secara drastis, diperkirakan hanya meraih 8,2% suara, menurut tabulasi sementara Komisi Pemilihan Umum. Tapi, PKS dengan posisi keempat dalam pentas nasional menjadi Partai Islam terbesar di Indonesia. Inilah yang menjadi sumber kontroversi bagi sebagian pengamat Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kemenangan Partai Demokrat disambut meriah oleh media Barat, sehingga majalah Time berencana untuk memasukkan sosok SBY sebagai satu di antara 100 tokoh berpengaruh di dunia, maka kemunculan PKS dinilai negatif oleh penulis semisal Sadanand Dhume. Dalam Wall Street Journal Asia (15/4), Dhume menyatakan: “The most dramatic example of political Islam’s diminished appeal is the tepid performance of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia’s version of the Muslim Brotherhood. PKS seeks to order society and the state according to the medieval precepts enshrined in shariah law.” Pandangan serupa diungkapkan Sara Webb dan Sunanda Creagh yang mengutip kekhawatiran pengusaha keturunan Cina, Sofjan Wanandi dan pengamat beraliran Muslim liberal, Muhammad Guntur Romli (Reuters, 26/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanandi, pengusaha sekaligus pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), berkata terus terang: “The possibility that SBY will join with PKS makes us nervous. There is a lot of uncertainity around this. We don’t know if we can believe them.” Sedangkan, Romli menegaskan: “PKS have a conservative ideology but are portraying themselves as open and moderate because they are also pragmatic.” Kesangsian Wanandi dan Romli justru menimbulkan pertanyaan, karena mereka mungkin sudah membaca Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Kebijakan Pembangunan yang dikeluarkan PKS setahun sebelum penyelenggaraan pemilu. Buku setebal 650 halaman itu menjelaskan segala langkah yang sudah, sedang dan akan dilakukan PKS untuk mewujudkan masyarakat madani yang maju dan sejahtera di Indonesia. Tak ada sedikitpun disebut ide Negara teokratis atau diskriminasi terhadap kaum minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani menyediakan waktu khusus untuk menyimak platform PKS setebal 4,5 centimeter itu dan berkomentar, “Isinya cukup komprehensif seperti Garis-garis Besar Haluan Negara atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang disusun pemerintah meliputi seluruh aspek kehidupan Negara modern.” Prof. Jimly Ashiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, menilai inisiatif PKS merupakan tradisi baru dalam dunia politik agar setiap partai menjelaskan agendanya ke hadapan publik secara transparan dan bertanggung-jawab. Sementara Prof. Azyumardi Azra, mantan Rektor Universitas Islam Negeri, memberikan apresiasi khusus karena PKS berani melakukan obyektivikasi terhadap nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Siapa yang harus kita percaya saat ini, pengusaha dan pengamat yang gelisah karena kepentingan pribadinya mungkin terhambat atau menteri dan pakar yang menginginkan perbaikan dalam kualitas pemerintahan di masa datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran partai Islam memang kerap memancing perhatian, tak hanya di Indonesia. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki yang secara harfiyah menyebut diri berideologi sekuler ternyata masih dicap sebagai kelanjutan dari partai fundamentalis Islam. Gerakan Hamas yang secara patriotik membuktikan diri berjuang sepenuhnya untuk kemerdekaaan nasional Palestina disalahpersepsikan sebagai ancaman perdamaian dunia. Perhatian publik semakin kritis setelah partai Islam berhasil memenangkan pemilu yang demokratis, dan berpeluang menjalankan pemerintahan. Stereotipe buruk kemudian disebarkan untuk menggambarkan partai Islam seperti virus flu yang berbahaya, dengan merujuk pengalaman di Aljazair, Sudan atau Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua insinuasi itu tak berlaku di Indonesia karena partai Islam dan organisasi sosial-politik Islam yang lebih luas telah berurat-akar dalam sejarah dan memberi kontribusi kongkrit dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hanya orang bodoh yang tak tahu bahwa: organisasi modern yang pertama lahir di Indonesia adalah Serikat Dagang Islam (1905), partai politik yang pertama berdiri dan bersikap nonkooperasi terhadap penjajah Belanda adalah Syarikat Islam (1911), organisasi pemuda yang mendorong pertemuan lintas etnik dan daerah ialah Jong Islamienten Bond hingga terselenggaranya Sumpah Pemuda (1928), mayoritas perumus konstitusi dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (1945) adalah tokoh Islam, dan penyelamat Negara kesatuan Indonesia dari ancaman komunisme (1966) adalah organisasi pemuda dan mahasiswa Muslim nasionalis. Kekuatan Islam juga sangat berperan dalam mengusung gerakan reformasi di tahun 1998, tanpa meremehkan peran kelompok agama/ideologi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang perlu ditakuti dari kiprah Partai Islam di masa lalu dan masa akan datang, termasuk dalam membentuk pemerintahan baru di Indonesia. Partai Islam memiliki agenda yang jelas untuk memberantas korupsi melalui reformasi birokrasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga semangat “jihad” yang sering disalahtafsirkan itu, dalam konteks Indonesia modern bisa bermakna: perang melawan korupsi, kemiskinan dan pengangguran. Jika ada kelompok yang takut atau memusuhi Partai Islam, maka perlu diselidiki apakah mereka memiliki komitmen yang sama untuk membasmi korupsi, kemiskinan dan pengangguran? Membatasi, apalagi mengisolasi Partai Islam, hanya akan menambah panjang persoalan yang berkecamuk di negeri mayoritas Muslim seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Islam tak hanya mampu meraih dukungan yang cukup luas dalam pemilu, bahkan tokoh-tokohnya yang berusia relatif muda mulai mendapat kepercayaan pemilih. Exit poll yang digelar Lembaga Pengkajian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada tanggal 9 April menunjukkan bahwa pasangan Yudhoyono-Hidayat meraih suara 20,8 persen, mengungguli Yudhoyono-Jusuf Kalla yang meraih 16,3 persen, dan Yudhoyono-Akbar Tandjung yang hanya memperoleh 5,4 persen dukungan responden. Jika fakta elektabilitas yang tinggi ini masih diingkari, maka kecurigaan terhadap Partai Islam sungguh tak berdasar dan melawan kehendak rakyat yang menjadi inti demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Sapto Waluyo (Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform)&lt;br /&gt;Center for Indonesian Reform (CIR), Gedung PP Plaza Lantai 3, Jalan TB Simatupang No. 57, Jakarta Timur Email: sapto.waluyo@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dipublikasikan di www.eramuslim.com pada hari Rabu, 29/04/2009 14:08 WIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-2796808261384101219?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/2796808261384101219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=2796808261384101219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2796808261384101219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2796808261384101219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/04/mengapa-takut-pada-pks_30.html' title='Mengapa Takut pada PKS ?'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-4921267366023829419</id><published>2009-04-28T09:32:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T09:34:34.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Di Balik Angka Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: M Qodari&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif, Indo Barometer, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pemilu legislastif, sekarang ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja partai politik (parpol) kita. Parpol yang baik merupakan keharusan apabila kita ingin meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Partai politik yang buruk akan melahirkan demokrasi yang lemah. Sebaliknya, partai politik yang baik akan melahirkan demokrasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kinerja parpol kita, pada dasarnya hanya ada dua jenis penilaian yang bisa diberikan. Pertama, berhasil. Kedua, gagal. Kriteria penilaian itu pun secara umum bisa dibagi dua. Pertama, kriteria berbasis angka. Kedua, kriteria berbasis non-angka. Karena keterbatasan ruang untuk memudahkan evaluasi kinerja parpol, dalam kesempatan ini fokus evaluasi akan dilakukan pada kinerja Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sambil tetap membahas partai-partai lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria angka&lt;br /&gt;Evaluasi ini akan dimulai dari kriteria angka. Kriteria angka itu sendiri dapat dibagi dalam beberapa kategori. Kriteria pertama adalah kirteria persentase suara. Parpol yang persentase suaranya naik dianggap berhasil dan yang turun dianggap gagal. Jika kriteria ini dipakai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa dianggap sukses karena suaranya meningkat dari 7,3 persen di Pemilu 2004 menjadi sekitar 8,5 persen dalam Pemilu 2009 ini. Namun, yang lebih sukses tentulah Partai Demokrat (PD) yang suaranya naik hampir tiga kali lipat, dari 7,5 persen di tahun 2004 menjadi sekitar 20,5 persen di tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika PKS dan PD dianggap sukses karena suaranya naik, parpol yang 'kurang sukses' karena suaranya turun adalah Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Adapun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tidak ikut dimaksukkan evaluasi ini karena baru sekali ikut pemilu. Sementara itu, kenaikan dan penurunan suara Partai Amanat Nasional (PAN) belum bisa disimpulkan secara definitif karena beberapa quick count (QC) berbeda persentase suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria angka berikutnya adalah kriteria peringkat. Jika kriteria peringkat yang dipakai, PKS juga bisa disebut berhasil karena peringkat PKS naik dari nomor 6 di Pemilu 2004 ke nomor 4 di Pemilu 2009. Yang paling berhasil tentu saja PD yang posisinya meloncat dari peringkat 5 di Pemilu 2004 ke peringkat 1 di Pemilu 2009. PAN juga sukses karena naik karena dulu peringkat 7 sekarang peringkat 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun parpol yang gagal adalah Golkar (turun dari peringkat 1 di Pemilu 2004 ke peringkat 2 atau 3 di Pemilu 2009, ini pastinya menunggu hasil hitungan resmi KPU), PPP (turun dari peringkat 4 ke 6), dan PKB (dari peringkat 3 ke peringkat 6). PDIP di tahun 2004 menempati peringkat 2. Di Pemilu 2009, mungkin PDIP bertahan di peringkat 2 atau mungkin turun ke peringkat 3, tergantung hitungan resmi KPU nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kriteria kenaikan dan penurunan kursi di DPR RI, analisis masih tentatif karena penghitungan resmi KPU belum selesai. Penghitungan ini menjadi lebih rumit karena adanya variabel baru dalam penghitungan kursi DPR RI, yakni aturan ambang batas atau parliamentary threshold untuk pemilu DPR RI. Namun, dari penghitungan sementara, beberapa partai yang jumlah kursinya diperkirakan menurun adalah Golkar, PDIP, PPP, dan PKB. Sementara itu, yang naik adalah PKS dan PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria berbasis angka lainnya adalah soal penyebaran kekuatan parpol. Parpol yang berhasil adalah parpol yang kekuatannya menyebar lebih merata di Pemilu 2009 ini. Parpol yang gagal adalah parpol yang tidak mampu memperluas wilayah kekuatannya. PKS termasuk sangat berhasil karena dulu partai ini hanya kuat di Banjabar (Banten, Jakarta, Jawa Barat), namun kini dapat merebut banyak kursi di wilayah lain, seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan seterusnya. PD juga sangat berhasil. Posisi PD hampir selalu masuk tiga besar di berbagai provinsi. Bahkan, PD bisa menjadi peraih suara tertinggi di beberapa daerah yang dulu dikuasai partai lain, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP dan Golkar pada hakikatnya tetap mempertahankan penyebaran suaranya yang bersifat nasional. Namun, suara Golkar dan PDIP menurun di berbagai wilayah. Yang jelas gagal adalah PKB yang wilayah kekuatannya tidak keluar dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Bahkan, suara PKB di Jawa Timur yang dulu peringkat 1 kini turun ke peringkat 3 di bawah PD dan PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Nonangka&lt;br /&gt;Di luar kriteria angka sebagaimana dipaparkan di atas, penilaian tentang keberhasilan dan kegagalan parpol juga perlu mempertimbangkan beberapa kriteria penting lainnya yang beyond numbers (di luar/di balik angka-angka). Beberapa kriteria nonangka itu meliputi ideologi, organisasi, sumber daya, dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi terhadap empat kriteria nonangka ini kiranya lebih penting daripada kriteria angka karena bersifat lebih jangka panjang dan mendalam ketimbang angka-angka. Kriteria nonangka ini penting diikutsertakan dalam evaluasi ini karena dua alasan. Pertama, kriteria ini mencerminkan kapasitas parpol yang sesungguhnya untuk menjalankan perannya secara maksimal. Kedua, kriteria angka menyimpan jebakan persoalan tersembunyi. Ada partai yang menurut kriteria angka mencapai kesuksesan besar, ternyata menyimpan hal yang serius ketika ditinjau dari kriteria nonangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ideologi, misalnya. Kriteria ini sangat penting bagi parpol karena parpol pada hakikatnya merupakan wadah perjuangan bagi orang-orang yang memiliki ideologi yang sama untuk mewujudkan ideologi itu dalam kehidupan bangsa dan negara. Adapun ideologi yang dimaksud di sini adalah "suatu sistem gagasan yang menyeluruh tentang kondisi masyarakat yang ada sekarang dan kondisi masyarakat yang dicita-citakan, berikut cara-cara untuk mewujudkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ideologi ini penting untuk parpol agar dia memiliki orientasi yang jelas ke mana parpol ini akan dibawa. Jika suatu parpol eksis tanpa ada suatu landasan ideologi yang jelas, parpol tersebut sebetulnya hanya menjadi 'mesin suara' yang mengantarkan caleg menjadi anggota DPR/DPRD atau tokoh partai menjadi capres, cawapres, menteri, ataupun jabatan publik lainnya. Jika ini yang terjadi, eksistensi parpol tersebut sulit diharapkan untuk membawa kemaslahatan publik yang besar, selain nasibnya tak akan berumur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, hanya sedikit parpol besar kita yang telah memiliki landasan ideologi yang dijabarkan secara jelas, menyeluruh, dan detail dalam satu dokumen yang utuh (sebutlah: "platform partai"). Sampai sejauh ini, saya baru menemukan satu partai yang membuat platform partai, yakni PKS. Saya belum menemukan dokumen sejenis untuk Golkar yang notabene partai senior dan PD yang merupakan pemenang Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria organisasi itu penting sebagai institusi yang menjalankan begitu banyak peran, termasuk di antaranya agregasi politik, komunikasi politik, rekrutmen politik, kaderisasi kepemimpinan, pendidikan politik, dan seterusnya. Partai politik harus memiliki organisasi yang solid dan modern. Apalagi tugas demikian harus dilaksanakan pada skala nasional yang sangat luas. Parpol dengan organisasi lemah (termasuk dalam kriteria organisasi ini adalah kualitas kader) tidak dapat diharapkan untuk menjalankan aneka peran di atas. Bahkan, ada parpol yang organisasinya begitu buruk sehingga untuk mengurus dirinya sendiri pun tak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek ini, PKS termasuk partai yang dianggap sukses. Organisasinya rapi dan kadernya solid. Parpol yang juga dianggap memiliki organisasi yang baik adalah Golkar. Adapun parpol yang organisasinya masih dianggap lemah adalah PDIP, PKB, dan PPP. Catatan khusus harus diberikan pada PD yang dalam Pemilu 2009 kali ini menang, namun sesungguhnya kemenangan itu bukan dilahirkan oleh organisasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria sumber daya terutama menyangkut kemampuan parpol membiayai aneka kegiatan mereka sehari-hari. Ini salah satu persoalan terbesar parpol Indonesia sekarang ini. Kebanyakan parpol belum cukup kuat secara finansial. Dalam konteks ini, PKS masih kurang sebab PKS kalah sumber daya dibandingkan Golkar dan PDIP yang notabene memang lebih senior. Juga, kalah sumber daya dari PD yang tokohnya sekarang presiden berkuasa. Pekerjaan rumah semua partai itu adalah bagaimana bisa mengumpulkan sumber daya yang tidak keluar dari koridor hukum dan dapat berfungsi dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria terakhir adalah kriteria kepemimpinan. Kepemimpinan dalam parpol penting karena dua alasan. Pertama, kepemimpinan dalam parpol merupakan "bahan baku" untuk kepemimpinan nasional. Kedua, kepemimpinan atau tepatnya ketokohan yang kuat dalam parpol merupakan magnet suara yang bisa membuat suara partai membesar secara signifikan. Dalam kriteria ini, PKS belum memiliki tokoh yang bisa menjadi magnet suara bagi masyarakat Indonesia sehingga bisa membuat PKS menjadi parpol terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parpol yang sukses dengan tokoh yang menjadi magnet politik ada di PD dengan SBY sebagai tokohnya dan PDIP dengan Megawati Soekarnoputri sebagai figur utamanya. Golkar, PAN, PKB, dan PPP nasibnya mirip dengan PKS karena belum memiliki figur yang popularitasnya seluas SBY dan Megawati. Memang, parpol tidak boleh tergantung pada figur selamanya, namun mesin politik yang kuat tanpa figur yang juga kuat akan sulit mengalami akselerasi kemenangan. Inilah empat pekerjaan rumah parpol-parpol Indonesia ke depan, yaitu membangun platform ideologi yang jelas; organisasi dan kader yang kuat; sumber daya yang memadai; dan ketokohan yang mampu menjadi magnet politik nasional.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-4921267366023829419?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/4921267366023829419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=4921267366023829419&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4921267366023829419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4921267366023829419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/04/di-balik-angka-pemilu-2009.html' title='Di Balik Angka Pemilu 2009'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7498040098845629068</id><published>2009-04-06T13:55:00.005+07:00</published><updated>2009-04-06T14:13:58.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Sebulan umur Jundi ke-3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SdmqkH-l-WI/AAAAAAAAALE/lXQ8bOloCHs/s1600-h/P4131660.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SdmqkH-l-WI/AAAAAAAAALE/lXQ8bOloCHs/s200/P4131660.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321471972308547938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah 30 hari berlalu dari kelahiran jundi ke -3, laki - laki dengan nama Abdurrohman Syauqi Al Mumtaz. Seperti 2 pendahulunya.... saat punya anak kecil pasti nggak bisa tidur nyenyak di malam hari.... tapi rela koq :) Sebentar pipis, sebentar mimik....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami bersyukur Aisyah (5,5 th) dan Hafshoh (3,5 th) sudah berani bobok sendiri di kamarnya... cukup surprice juga karena mereka ternyata berani ! Rumusnya adalah jangan pernah ditakut-takuti dengan sesuatu yang gelap, sendiri, atau apa aja sehingga walau mereka tidur tidak di dekat kita tidak akan merasa takut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan ini istri ujian program spesialis kandungan di FK UGM, kalau diterima &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SdmrBBG-sQI/AAAAAAAAALM/2Tj9SFmeA0s/s1600-h/P4211685.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SdmrBBG-sQI/AAAAAAAAALM/2Tj9SFmeA0s/s200/P4211685.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321472468680880386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;maka akan terbayang kerepotannya.... Pendidikan spesialis di Indoenesia masih begitu menyita tenaga dan pikiran karena harus masuk tiap hari, jaga malam di rumah sakit, beberapa minggu sekali ke rumah sakit di daerah.... wah terbayang si kecil harus banyak berkorban. Semoga diberi kekuatan menjalani selama 4 tahun proses itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untung kuliah di Informatika UGM tidak terlalu menyita waktu sehingga bisa saling bantu dan menyesuaikan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai dunia maya.... maaf sejak di Jogja jarang ngeblog ! Soalnya kalau dah di rumah pikiran dan waktu dengan keluarga.... mana internet Indosat di rumah lelet terus... sampai - sampai cerita sepekan di Sydney tak terkabarkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7498040098845629068?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7498040098845629068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7498040098845629068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7498040098845629068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7498040098845629068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/04/sebulan-umur-jundi-ke-3.html' title='Sebulan umur Jundi ke-3'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SdmqkH-l-WI/AAAAAAAAALE/lXQ8bOloCHs/s72-c/P4131660.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7593398170590875592</id><published>2009-03-19T07:04:00.004+07:00</published><updated>2009-03-19T07:27:34.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Robot Aja Contreng PKS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/ScGNCQ8qF9I/AAAAAAAAAKk/SHw56Jpf_2U/s1600-h/robot+pks+pcr.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/ScGNCQ8qF9I/AAAAAAAAAKk/SHw56Jpf_2U/s200/robot+pks+pcr.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314684105322534866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber : OKEZONE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEKANBARU - Kampanye memang harus kreatif. Agar massa tetap antusias, kalau perlu robot pun diturunkan, seperti yang terlihat di kampanye Partai Keadilan Sejahtera di Pekanbaru, Riau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kampanye yang digelar di Lapangan Politkenik Caltex Pekanbaru di Jalan Yos Sudarso ini, sebuah robot dengan tinggi 1 meter didandani sedemikian rupa menyerupai manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Robot buatan mahasiswa Caltex (&lt;a href="http://www.pcr.ac.id/"&gt;PCR&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt; itu dipakaikan rompi PKS berwarna hitam dan mengenakan sarung, lengkap dengan kopiah dan sorban.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini namana robot Suka. Suka itu sudut kanan atas, ini sesuai dengan nomor urut partai yang terletak di sudut kanan atas kertas pemilu," terang Tifatul di atas panggung, Selasa (17/3/2009).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat tingkah robot yang digerakkan menggunakan remote control, ribuan massa PKS yang memenuhi lapangan Poltek Caltex pun bersorak-sorai saat robot itu digerakan dan mencontreng tanda nomor 8 yang berada di atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, dalam orasinya, Tifatul mengajak masyarakat  untuk tidak memilih caleg yang KKN, selain itu dia juga memperkenalkan sejumlah caleg-caleg yang dilakukan bertarung dalam pemilu legislatif mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usai menggelar kampanye di lapangan Poltek, PKS pun melanjutkan kampanye dengan melakukan pawai berkeliling jalan protokol di Pekanbaru.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7593398170590875592?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7593398170590875592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7593398170590875592&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7593398170590875592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7593398170590875592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/03/robot-aja-contreng-pks.html' title='Robot Aja Contreng PKS'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/ScGNCQ8qF9I/AAAAAAAAAKk/SHw56Jpf_2U/s72-c/robot+pks+pcr.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-8685252510953462079</id><published>2009-01-05T02:22:00.009+07:00</published><updated>2009-01-05T02:55:14.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Bandara Pekanbaru - Sydney</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (10.00 11.00) :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hampir 1 jam diriku akan menunggu pesawat AirAsia yang akan kenerbangkanku ke Jakarta. Kuambil tempat belakang di ruang tunggu Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru. Dibelakangku Serindit Lounge, em untuk orang - orang kaya berkartu kredit minimal gold yang bisa menikmatinya. Saat beli buku di Gramedia 2 minggu lalu, diriku telah mengisi aplikasi kartu kredit BNI gold, tujuannya adalah dapat diskon setiap beli buku di Gramedia dan bisa memanfaatkan executive lounge kalau di bandara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kubuka Communicator Nokia E90 untuk berinternet dan chat dgn belahan jiwaku di Sydney yang akan aku kunjungi dalam perjalanan kali ini. Ternyata no reply from gateway, ternyata dimanapun bisnis Telkom tidak bagus termasuk service free hotspot di bandara ini, buktinya mati sekarang ! Nanti malam akan aku coba free hotspot di bandara Changi Singapura, yang kata istriku sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya aku ingat membawa buku 10 Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik Anak, menarik sekali karena diriku memang sangat tertarik dengan topik psikologi sejak masa kuliah dulu. Saat kuliah, bila ke Pustaka Pusat UNDIP lantai 5, sambil menikmati pemandangan kota Semarang dari puncak Tembalang melalui jendela, diriku lebih sering di bagian buku - buku psikologi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWENTDzOtWI/AAAAAAAAAKE/lIHW34LZL-c/s1600-h/02012009265.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287522058598528354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWENTDzOtWI/AAAAAAAAAKE/lIHW34LZL-c/s200/02012009265.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belum habis 1 bab aku baca, mata terasa mengantuk karena halaqoh tadi malam sampai jam 2 lebih, perhatianku tertuju pada seorang ibu yang secara sembunyi - sembunyi membuang kulit lemper, persis di kursi depanku. Lima belas menit sebelumnya seorang ayah beserta 2 anaknya, yang merupakan suami ibu si pembuang sampah sembarangan, membuang sampah di tong sampah depan. Ironi, suami - istri tidak memiliki visi yang sama dalam soal sampah.&lt;br /&gt;Mendidik anak perlu keteladanan, tak terkecuali dalam menanamkan budaya buang sampah pada tempatnya. Setelah ibu si pembuang sampah melakukan aksinya tadi, dibawah kolong kursi makin banyak sampah berserakan, agaknya apa yang dilakukannya tadi telah ditiru oleh 2 anaknya. Kita sebagai orang tua menganjurkan kebaikan kepada anak - anak kita, namun kita sering melakukan hal - hal yang bertentangan denga apa yang kita anjurkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pesawat AirAsia telah mendarat, rupanya pesawat ini baru terbang dari Kuala Lumpur. Ada yang berbeda dari layanan AirAsia sekarang, yaitu ada pengaturan tempat duduk seperti maskapai lain. Sebelumnya AirAsia memberlakukan sistem rebutan untuk kursi di pesawat. Service itu memang aku rasa tidak cocok untuk Indonesia karena orang Indonesia belum memiliki budaya antri atau mendahulukan orang tua, ibu hamil dsb. Masih ingat kan kasus puluhan mati berdesak - desakan antri zakat? Aku juga sering menyaksikan anak - anak muda yang membuang mukanya saat duduk di bis TransJakarta padahal ada orang tua kepayahan di depannya. Yah panggilan masuk pesawat dah berkumandang, bye... Bye... &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bandara Sukarno Hatta, Tangerang 13.00 - 20.00:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jam 1 siang diriku mendarat di bandara terbesar dan katanya kebanggaan bangsa Indonesia. Mungkin sudah puluhan kali diriku mendarat dan naik dari bandara terbesar di Indonesia ini. Dari dulu yang kurasa kurang dari bandara ini adalah tidak adanya internet hotspot. Aku kita internet hotspot ini untuk bandara Sukarno Hatta wajib harus ada karena bandara ini dimanfaatkan oleh 1/3 bagian barat pulau Jawa, dan kita tahu bagaimana macetnya Jakarta. Banyak calon penumpang pesawat yang harus keluar rumah lebih awal karena khawatir terjebak macet. Giliran dari Jakarta berangkat 4 jam sebelum keberangkatan pesawat ternyata tranportasi menuju bandara lancar, akibatnya bengong berjam - jam di bandara, celakanya bagi para eksekutif yang sebagian dunianya di internet akan merasa buang waktu dan waktu tunggu tak termanfaatkan. Andai di bandara Cengkareng ada akses internet, bahkan kalau di Changi disediakan terminal akses tanpa perlu kita mikirin laptop atau PDA, tentunya kejenuhan menunggu karena susahnya memprediksi waktu perjalanan ke bandara khususnya dari Jakarta akan tidak terasa. Ayo dong penyelenggara bandara khususnya bandara Sukarno Hatta, buat pemakai jasa bandara puas, atau Depkominfo yang gethol memberi akses internet ke masyarakat, masak public service sebesar ini hilang dari pikiran untuk diberi akses internet? Atau karena mau melestarikan kepahlawanan Sukarno - Hatta, beliau beliau itu emang selama hidupnya blom pernah marasakan internet, percaya nggak?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lama transit kali ini karena khawatir kalau dari Pekanbaru delayed, wah bisa gagal perjalanan ke Sydney. Cari aman jadinya 6 jam menunggu, untung ada komunikator ini sehingga apa yang di otak bisa keluar ditulisan walau agak susah karena papan ketiknya yang kecil. Jam 20.00 nanti terbang dengan Singapore Air Line (SIA), transit dulu ke Changi. Banyak yang heran, dari Jakarta - Sydney koq transit Singapura? Emang kalau dipikir aneh,lucu, makin jauh....., tapi tahu nggak biayanya lebih murah 100 dolar daripada naik Garuda transit di Bali.&lt;br /&gt;Ini yang betul - betul aneh, SIA yang jarak tempuhnya lebih jauh malah lebih murah. Tentu tidak perlu manusia jenius untuk menyimpulkan Garuda Indonesia tidak efisien operasionalnya sehingga harganya tidak kompetitif. Tentunya disaat tidak kompetitif akan ditinggalkan pelanggan walau dari negerinya sendiri. Ironi!&lt;br /&gt;Belum lagi susahnya beli tiket Garuda karena tidak online. Di webnya hanya bisa lihat ketersediaan kursi dan harga tanpa bisa booking dan pembayaran. Masak kalah dengan Mandala, Lion Air, aku kalau beli tiket hanya dari kursi kerjaku. Tinggal browsing, booking dan bayar dengan internet banking Mandiri atau BNI.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, katanya Garuda melayani penerbangan dibanyak negara tetapi tidak mudah mendapatkan tiket, selamat ditinggal pelanggan!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wah, barusan ada perempuan seksi merokok di samping aku duduk. Kasihan, cantik - cantik merokok! Mending uang yang dibakarnya digunakan membantu saudara - saudara kita di Gaza, yang dari berita pagi tadi sudah 398 orang meninggal dan ribuan luka luka karena kebiadapan Israel - Yahudi laknatullah alaih. Hai negara - negara Islam, bersatu padulah menentang kedholiman Israel, ayo keluarkan kekuatan militermu untuk menghancurkan negara zionis penjajah! Ayo SBY, kamu punya kontrak politik dengan PKS untuk membantu perjuangan rakyat Palestina! Tunaikan amanahmu!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;14.00&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, saat tadi mendarat jam 13.00 trus makan bakso, lalu sholat. Ada konsep baru, musholla tidak dijadikan satu dengan toilet, Alhamdulillah ada peningkatan. Sekarang sholatnya di aquarium heheh, dibuatkan khusus dekat sisi bus station dengan dinding kaca ray-ben 50%, indah dari luar namun kurang memperhitungkan kekhusyukan yang sholat, walau ber-AC.&lt;br /&gt;14.25&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWENtQ0FD1I/AAAAAAAAAKM/C3HAIvwxAZ8/s1600-h/02012009268.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287522508768350034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWENtQ0FD1I/AAAAAAAAAKM/C3HAIvwxAZ8/s200/02012009268.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berjalan jalan sebentar dibagian terminal 1C keberangkatan dalam negeri. Bebrapa bulan yang lalu terminal 1C ini hanya dihuni Mandala setelah Adam Air rontok dari peredaran. Sekarang sudah ada penghuni tambahan di terminal 1C, yaitu : Riau Airlines, Linus, Lorena, CityLink, dan Air Asia.&lt;br /&gt;Eh barusan di depanku ada 2 perempuan bule yang seakan cuek aja dengan tingkah lakunya, yang satunya malah tiduran di lantai, yah dasar bule!&lt;br /&gt;Hal menarik karena diriku menjadi bagian dari masyarakat Riau adalah kelihatan berkembangnya maskapai yang dimiliki Pemda Riau, ternyata sudah mulai buka counter di Cengkareng, semoga sukses!&lt;br /&gt;Riau! Provinsi terkaya ke-2 yang tidak bisa memanfaatkan kekayaannya untuk kesejahteraan warganya. Banyak warganya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Penduduk asli yang terpinggirkan sampai ke tepian - tepian sungai terdesak dan terdepak dari penduduk pendatang dari ras Minang dan Jawa. Banyak dari mereka sendiri mengatakan pemalas, tidak ulet sebagaimana keuletan orang Minang dalam berdagang dan orang Jawa dalam berkebun. Beberapa kebijakan pemdanya jadi lucu, tidak melihat kompetensi pokoknya penduduk asli diprioritaskan. Emang mereka menang tender untuk dilahirkan jadi penduduk asli Riau yang kaya minyak bumi di perutnya dan minyak sawit di atasnya? Hore...! Jam 16.00 sekarang, tak terasa 3 jam tlah terlampaui. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15.35&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWEOBB3U1RI/AAAAAAAAAKU/4BLBmxrfhJw/s1600-h/02012009269.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Satu jam berlalu :) aku habiskan untuk membaca buku 10 kesalahan orang tua dalam mendidik anak, bab Jangan Menunggu Anak Berbuat Buruk. sambil duduk di meja AW sambil beli es krim, mencari tenpat duduk yang nyaman di pojok buat baca buku. Alhamdulillah duduk dekat celah pintu dari pengambilan barang yang ber-AC. Memang masalah terbesar diriku adalah panas, karena terbiasa hampir 24 jam di tempat AC, kerja ber-AC, di rumah saat tidur juga AC nggak pernah mati sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menarik buku yang kubaca kali ini, intinya banyak orang tua tidak memberi perhatian pada anak - anaknya terutama disaat mereka melakukan kebaikkan dan prestasi. Orang tua cenderung terfokus pada hal negatif yang dilakukan anak anaknya, padahal kebanyakkan anak melakukan perilaku negatif karena mereka ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Perhatian yang tidk pernah dia dapatkan di saat mereka melakukan kebaikan. Kita sering diam saja saat anak kita membukakan pintu untuk kita, kita juga jarang memberi apresiasi saat anak kita berlaku baik dan akur dengan adiknya. Kita baru bereaksi saat mereka bertengkar, saat mereka mendapat nilai jelek.&lt;br /&gt;Orang tua banyak berfokus pada hal buruk yang dilakukan anaknya dari pada hal positif. Ini kesalahan terbesar para orang tua sehingga anak anak merasa diperhatikan di saat melakukan perilaku yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;18.55&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya check in, masalah yang mendebarkan muncul, Kedutaan Ausi salah memasukkan tangga lahir ke system, seharusnya 1976 salah dengan 2006. Gila mereka tuh masak sebesar ini umurnya baru 2 tahun :p Yah gpp semua ketentuan Allah yang terbaik jika tidak jadi terbang ke Sydney. Sekarang lagi menunggu petugas kirim telex ke Kedutaan Australia, semoga diberi kelancaran, 1 jam lagi dah mo terbang, hua hua... :(&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;19.28&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sudah sampai ruang tunggu, wah di check in tadi kejadian yg mendebarkan.&lt;br /&gt;Namanya manusia yang data entry, wajar bisa salah. Dalam hati walau mendongkol sudah mempersiapkan plan B kalau gagal terbang. Diriku mau ke Palembang bersama anak anak saja menunggu tanggal 10 januari sampai istri sudah mendarat di Jakarta. Alhamdulillah Allah masih memberi jalan untuk terbang ke Sydney. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Changi, 22.00 - 00.00 Waktu Singapure&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Changi memang bandara besar....! Konsep mall sebagai pusat perbelanjaan dan bandara mereka gabungkan. Ide yang canggih karena Singapura memang terkenal sebagai bandara transit ke beberapa negara, dengan konsep ini ada keuntungan ganda, mereka bisa menjual sehingga ada devisa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hampir 2 jam di Changi kuhabiskan buat jalan - jalan liat barang yang dijual di situ plus waktu bingung tanya sana sini hehhehe. Sempat kucoba akses internet melalui terminal akses yang disediakan di ruang tunggu, lumayan cepat, tapi waktu akses dibatasi 15 menit saja sambil berdiri :P Sebenarnya bisa akses menggunakan hotspot tapi waktu itu tidak sempat mencoba dengan PDA-ku. Jam 00.00 mulai boading ke pesawat AirBus A380, wow... pesawat terbesar yang pernah ada dengan jumlah menumpang 471 orang dan belasan crew. Pelayangan Singapure Air Lines memang prima, nyaman.... sehingga perjalanan Singapure - Sydney dalam waktu 8 jam tiada terasa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;11.00 waktu Sydney&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pesawat yang membawa diriku mendarat di bandara tepi laut di sydney. Alhamdulillah di imigrasi sydney lancar. Nantikan aksi 10 days in Sydney.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-8685252510953462079?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/8685252510953462079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=8685252510953462079&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/8685252510953462079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/8685252510953462079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2009/01/bandara-pekanbaru-sydney.html' title='Bandara Pekanbaru - Sydney'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SWENTDzOtWI/AAAAAAAAAKE/lIHW34LZL-c/s72-c/02012009265.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7223046571089648420</id><published>2008-12-23T17:03:00.007+07:00</published><updated>2008-12-24T13:22:47.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Sekolah Pengasuhan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SVHUoB8-u7I/AAAAAAAAAFk/NOBWsRIhYOc/s1600-h/scan0001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 236px; height: 66px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SVHUoB8-u7I/AAAAAAAAAFk/NOBWsRIhYOc/s200/scan0001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283237622066363314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 13-14 Desember 2008, Alhamdulillah.... Allah bukakan pengetahuan bagaimana mengasuh anak. Ilmu yang menjadi keharusan setiap orang akan tetapi hampir banyak orang tidak peduli bagaimana membesarkan dan mengasuh anak - anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi orang umum, investasi yang harus dikeluarkan adalah Rp. 300.000,00 bahkan di temapt lain bisa mencapai 600 rb, angka yang lumayan.... tetapi demi perkembangan anak tentunya itu tidak ada artinya. Alhamdulillah acara tsb disubsidi Biro Ailiyah DPW PKS Riau sehingga harga tiketnya menjadi 50 rb saja. Jazzakumullah pada Biro Ailiyah, suatu biro di kepengurusan Partai Keadilan Sejahtera yang mengurusi masalah - masalah keluarga, pernikahan dan problematikanya. Saya yakin di partai lain tidak ada biro semacam ini, karena mereka tidak memiliki sistem yang integrated (sumuliyah).&lt;br /&gt;Awalnya nggak tertarik, heheh... tapi diwajibkan MR, akhirnya ikut dengan rencana sehari saja karena mau bersih - bersih rumah yang mau ditinggal hijrah ke Jogja. Tapi begitu mengikuti hari pertama..... wah sayang kalau hari kedua dilewatkan, akhirnya Alhamdulillah bisa ikut keseluruhan.&lt;br /&gt;Workshop dan training pengasuhan anak ini diisi full 2 hari  oleh Ust. Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhrori, Direktur PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) Bandung. Menurut beliau, yang umurnya sebaya ana.... dulu program ini gratis tetapi malah animo masyarakat untuk ikut rendah, tetapi saat ditarik bayaran tinggi malah antri orang mau ikut..... aneh yah manusia Indonesia!?!?. Program ini sudah dilakukan di puluhan kota di Indonesia. Di Riau sudah beberapa gelombang diadakan di Duri. Mau ikut ? Nah di awal April 2009 akan diadakan lagi di Pekanbaru, silahkan menghubungi Biro Ailiyah DPW PKS Riau atau Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Mau tahu isinya ? Ikut dunk! Nantikan posting berikutnya yang isinya tentang materi pengasuhan anak tsb, tapi hanya berdasar ingatan saja karena nggak dikasih materi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7223046571089648420?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7223046571089648420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7223046571089648420&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7223046571089648420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7223046571089648420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/12/sekolah-pengasuhan-anak.html' title='Sekolah Pengasuhan Anak'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SVHUoB8-u7I/AAAAAAAAAFk/NOBWsRIhYOc/s72-c/scan0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-76144059189507215</id><published>2008-11-03T13:13:00.006+07:00</published><updated>2008-12-19T13:28:06.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Benarkah Istri Tidak Wajib Masak dan Mengurus Rumah?</title><content type='html'>piniSumber : Warna Islam&lt;br /&gt;&lt;a href="http://warnaislam.com/syariah/pernikahan/2008/10/29/40320/"&gt;http://warnaislam.com/syariah/pernikahan/2008/10/29/40320/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan membaca link di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judul di atas cukup kontroversi dan memicu orang ingin tahu karena memang bertentangan dengan hal - hal yang terjadi di masyarakat pada umumnya. Tanpa mengurangi rasa hormat dengan Ust. Ahmad Sarwat, LC, saya termasuk yang tidak setuju karena hujjah beliau tidak kuat nas dan dalilnya. Dasar yang diungkap hanya dari komentar para fuqoha saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti point bahwa seorang suami wajib memberikan pembantu kepada istrinya dalam rangka menyelesaikan tugas di rumah, saya kira tidak logis. Trus bagaimana kalau istri kita kebetulan jadi pembantu ? Masak pembantu ada pembantunya ? Kan aneh..!? Saya berfikir ini ada yang kurang pas karena pendapat ini hanya melihat orang yang mampu saja, sedangkan Islam for all... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian pendapat "istri harus digaji", saya kira jadi mendangkalkan tali pernikahan yang oleh Allah disebut sebagai mitsaqon gholidho. Hubungan pernikahan adalah hubungan sakral dengan taburan cinta dan rahmah didalamnya, bukan sekedar hubungan bagaikan majikan dan bawahan yang ada ikatan gaji di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut saya.... konsep yang ada di masyarakat sekarang ini sudah tepat, suami menafkahi dengan hasil kerjanya dan istri menjalankan tugasnya membesarkan generasi penurus dan urusan - urusan rumah tangga. Pembagian itu bukanlah harga mati karena sekali lagi ikatannya adalah cinta. Begitu nikmatnya si suami bisa membantu meringankan pekerjaan istri di rumah, misal membantu cuci, membuang sampah, atau memberi makan si buah hati. Begitu juga, terkadang istri memiliki potensi keahlian yang bisa dimanfaatkan masyarakat, yang dengan itu ada income bagi keluarga, bisa dikatakan membantu tugas si suami.... tentunya dengan keikhlasan dan kerelaan keduanya. Wallahu a'lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-76144059189507215?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/76144059189507215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=76144059189507215&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/76144059189507215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/76144059189507215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/11/benarkah-istri-tidak-wajib-masak-dan.html' title='Benarkah Istri Tidak Wajib Masak dan Mengurus Rumah?'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-3422957487023297305</id><published>2008-10-31T15:42:00.007+07:00</published><updated>2008-12-19T13:29:40.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Belajar Membaca....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kemarin sore selepas maghrib putriku pertama telpon :"Assalamu'alaikum.... Abi! Cikwo sudah jilid 6..." Alhamdulillah Aisyah yang baru 5 tahun 4 bulan sudah masuk jilid 6 Iqro', berarti sebentar lagi sudah bisa baca Al Qur'an dengan lancar. Jilid 6 Iqro' intinya pada hukum bacaan tajwid saja. Semoga pada umur 6 tahun sudah lancar baca Al Qur'an -amiin- &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya mencermati teknik belajar baca Iqro Kota Gedhe Jogja memang bagus, sebagus Qiroati Mujawwidin Semarang. Dan teknik belajar baca ini terbukti berhasil dengan cepat saat diterapkan untuk belajar baca huruf latin. Buku belajar baca untuk anak TK dengan judul "Aku Anak Muslim" menerapkan teknik iqro untuk huruf latin. Saya lupa penerbitnya. Intinya konsonan digabungkan dengan salah satu vokal sampai selesai, baru dengan vokal yang lain. Ada 5 jilid ( jilid satu untuk vokal a, jilid 2 vokal i, dst). Buku anak TK yang beredar masih banyak dengan sistem lama, yaitu satu konsonan untuk banyak vokal dan ini akan membingungkan anak sehingga lama bisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Iqro' :&lt;br /&gt;Ba Ca Da Fa Ga La Ma Na&lt;br /&gt;Baru nanti berganti dengan pasangan vokal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Konvensional&lt;br /&gt;Ba Bi Bu Be Bo&lt;br /&gt;Ca Ci Cu Ce Co&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti Aisyah saat TK sudah lancar baca, bahkan baca teks di TV sudah lancar di umur 5 tahun kurang. Saya heran, di sekolah - sekolah pada umumnya masih menggunakan cara konvensional. Saat lihat buku elektronik yang dikeluarkan Diknas pun masih cara konvensional.... hehheh seperti saya dulu waktu masih kelas 1 SD :P&lt;br /&gt;Just sharing....! Anda ada pengalaman ? Ayo disharing....!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-3422957487023297305?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/3422957487023297305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=3422957487023297305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3422957487023297305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3422957487023297305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/10/belajar-membaca.html' title='Belajar Membaca....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-6976291618886484704</id><published>2008-10-30T14:26:00.010+07:00</published><updated>2008-12-19T13:30:47.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Sri Sultan Hamengku Buwono X Siap Maju Menjadi Capres</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQllDFeSNbI/AAAAAAAAAEY/4M0UZevHg0w/s1600-h/165238p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262848743242347954" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 200px; height: 151px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQllDFeSNbI/AAAAAAAAAEY/4M0UZevHg0w/s200/165238p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari ini berita politik dihebohkan dengan pernyataan Sultan HB X mendeklarasikan diri siap maju menjadi capres 2009. Banyak komentar dari pengamat politik, petinggi - petinggi partai dan bahkan rakyat kecil. Nadanya beragam, dari yang mendukung, mempertanyakan kendaraan politik yang hendak dipakai, dan banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya sendiri sebagai bagian yang terlahir dan besar di Jogja campur aduk memikirkannya. Saat acara Kick Andy beberapa bulan lalu, Sultan selalu menjawab dengan diplomatis dan terkesan menghindar saat dipojokkan dengan pertanyaan, Apakah Anda ingin mencalonkan menjadi presiden? Karena tidak mau lagi menjadi gubernur Jogja. Agaknya 28 Oktober kemarin menjadi jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQlldwzWcKI/AAAAAAAAAEg/n4YzCpmVRHA/s1600-h/2981440899_b99128fb05_m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262849201550028962" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 200px; height: 133px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQlldwzWcKI/AAAAAAAAAEg/n4YzCpmVRHA/s200/2981440899_b99128fb05_m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan siap maju menjadi Calon Presiden RI 2009, dihadapan ribuan masyarakat yang menyemut di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta, Selasa (28/10/2008), dalam acara “Gelar Budaya dan Pisowanan Agung — dari Jogja untuk Indonesia”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam pidato singkatnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X membacakan pernyataannya yang ditulis tangan diatas secarik kertas berkepala surat Kraton Yogyakarta. Berikut ini salinan pernyataan Sri Sultan HB X :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Assalamualaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Salam sejahtera bagi kita bersama.&lt;br /&gt;Saudara2 sebangsa dan setanah air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dengan memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat yg tulus memenuhi panggilan ibu pertiwi, dengan ini saya menyatakan: Siap maju menjadi “Presiden 2009″&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;Yogyakarta, 28 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;ttd&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hamengku Buwono X&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peryataan sikap Sultan tersebut langsung disambut gegap-gempita ribuan masyarakat yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa daerah laiinya di Indonesia. Selanjutnya Sultan memperkenalkan slogan kampanye yakni “Apa Bisa Tahan?” dan simbol jari telunjuk kiri dan kanan disilangkan.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262849968729884898" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; height: 151px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQlmKaxSCOI/AAAAAAAAAEo/G4tKMiFk2_0/s200/165150p.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-6976291618886484704?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/6976291618886484704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=6976291618886484704&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6976291618886484704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6976291618886484704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/10/sri-sultan-hamengku-buwono-x-siap-maju.html' title='Sri Sultan Hamengku Buwono X Siap Maju Menjadi Capres'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SQllDFeSNbI/AAAAAAAAAEY/4M0UZevHg0w/s72-c/165238p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7360286248537632603</id><published>2008-10-30T13:41:00.009+07:00</published><updated>2008-12-19T13:33:14.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak kalangan. Di media dia beralasan salah satunya karena mencontoh Rasulullah yang menikahi Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun. Sehingga jika Rasulullah menikahi Aisyah yang 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis yang berusia 12 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wah.... buah hati pertama kami, Aisyah namanya..... jadi sedih deh. Apa memang betul dulu seperti itu ? Nah, tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra. yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya, orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (2007).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kualitas Hadits&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis alias dho'if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada satu-satunya rowi yakni Hisyam bin 'Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan 'Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.Mengenai Hisyam ini, Ya'qub bin Syaibah berkata: "Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq." Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301). Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn 'Urwah, tertolak.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Urutan Peristiwa Kronologis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting secara kronologis ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pra-610 M : Zaman Jahiliyah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;610 M : Permulaan Wahyu turun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;620 M : Aisyah r.a dinikahkan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;622 M : Hijrah ke Madinah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.Jika 'Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti 'Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Perhitungan Usia Aisyah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, "Asma 10 tahun lebih tua dari 'Aisyah ra." (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M) Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah berumur (27 atau 28) - 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allohu a'lam bishshawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rijalul ImamDirektur ISCDIC(Indonesian Students Community for Development of Islamic Civilization)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7360286248537632603?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7360286248537632603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7360286248537632603&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7360286248537632603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7360286248537632603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/10/meluruskan-riwayat-pernikahan.html' title='Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-5300801830277797790</id><published>2008-10-09T17:02:00.008+07:00</published><updated>2008-12-19T13:34:09.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Rindu Ummiku.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SO9F_6RiQEI/AAAAAAAAAEQ/P8v5WWoRl20/s1600-h/290920081731.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255496254441537602" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SO9F_6RiQEI/AAAAAAAAAEQ/P8v5WWoRl20/s200/290920081731.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Wah... seminggu lebaran tlah berlalu.... Lebaran kali ini aku habiskan bersama anak - anak di Belitang, tanpa istri tentunya. Lumayan bisa menghapus kerinduan dengan anak - anak dan menambah lebih dekat dengan mereka.Kalo berhitung kebersamaan dengan anak - anak banyak bolong - bolongnya (sering berpisah). Aisyah, buah hati pertama.... ke Pekanbaru setelah 3 bulan umurnya. Disaat kelahiran adiknya yang ke-2, ikut neneknya ke Palembang selama 2 bulan lebih. Kemudian diumur 5 tahun Aisyah dan adiknya harus berpisah lagi sebulan lebih karena umminya harus kursus bahasa inggris di Jakarta, em... kasihan. Mulai awal tahun sampai sekarang juga harus berpisah karena abinya di Pakenbaru, umminya di Sydney, anak - anak bersama neneknya di Palembang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat beberapa bulan lalu umminya pulang liburan, sepertinya waktu kebersamaan itu begitu berarti bagi kami semua... Aisyah, yang kuat tapi sangat perasa, waktu itu menggoreskan kerinduannya (terutama pada umminya) dengan coretan - coretan di bukunya. Saat lebaran, manifestasi kerinduan ia curahkan pada alunan senandungnya dan ini asli syair gubahannya.... cukup membuat orang tercengang karena umurnya sekarang baru 5,5 tahun. Berikut hasil karya dan curahan hatinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/8zjuZtT_Y9/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/8zjuZtT_Y9/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="300" height="110"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/IloLAU3/music/DWhLjMvt/aisyah_rindu_ummiku/"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-5300801830277797790?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/5300801830277797790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=5300801830277797790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/5300801830277797790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/5300801830277797790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/10/rindu-ummiku.html' title='Rindu Ummiku.....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SO9F_6RiQEI/AAAAAAAAAEQ/P8v5WWoRl20/s72-c/290920081731.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-6118457507728794196</id><published>2008-09-19T08:10:00.019+07:00</published><updated>2008-12-19T13:35:08.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pulang ke kotamu....... Jogjakarta di persimpangan jalan...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSGdevS76I/AAAAAAAAADI/pHpGEa474L0/s1600-h/tugu-yogya1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247967306819235746" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 166px; height: 177px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSGdevS76I/AAAAAAAAADI/pHpGEa474L0/s200/tugu-yogya1.jpg" width="130" border="0" height="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jogjakarta.... kota yang ramah dan bersahabat, kesan itu akan didapatkan oleh siapa saja yang datang ke sana. Mungkin akan sangat berbeda rasanya saat memasuki kota Surabaya, Jakarta, atau Palembang. Untuk Palembang, saya merasakan sendiri, rasanya takut memasuki kota itu karena &lt;em&gt;image&lt;/em&gt; Palembang kurang aman terutama bagi pendatang.&lt;br /&gt;Penilaian saya tidak berlebihan terhadap Jogja sebagai kampung halaman saya, Katon Bagaskara saja menuangkan dalam lagunya "Yogyakarta". Turis domestik dan luar negeri juga setiap saat membanjiri kota Jogja. Terakhir saya pulang, marak sekali restoran yang menawarkan suasana sawah dan kampung... wow... menarik bagi yang suka wisata kuliner. Resapi lirik dan lagu dari youtobe berikut :&lt;br /&gt;&lt;object width="350" height="250"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/BBPs3Tkg0JA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/BBPs3Tkg0JA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="350" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Pulang ke kotamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Ada setangkup haru dalam rinduMasih seperti dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Terhanyut aku akan nostalgi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Saat kita sering luangkan waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Nikmati bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Suasana Jogja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Di persimpangan langkahku terhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Ramai kaki lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Menjajakan sajian khas berselera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Orang duduk bersila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Musisi jalanan mulai beraksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Seiring laraku kehilanganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Merintih sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Ditelan deru kotamu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Reff:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Walau kini kau t'lah tiada tak kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Namun kotamu hadirkan senyummu abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;Bila hati mulai sepi tanpa terobati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, Jogjakarta merupakan kota penuh kenangan..... semasa kecil sampai SMA menghirup udara Jogja (yang mungkin makin hari makin panas juga karena polusi kota). Bahkan setelah kuliah, jumpa jodoh juga di Jogja hehehhe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi Jogja masuk dalam editorial Media Indonesia di Metro TV dengan tajuk "Keistimewaan Yogya Yang Terbengkalai" :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ERA reformasi telah mengubah ketatanegaraan secara dramatis. Aturan-aturan yang lemah daya responsifnya terhadap realitas sosial politik kian terpinggirkan. Pemilihan pemimpin, baik nasional maupun lokal, secara langsung bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi fakta. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun terkena imbas. Bekas kesultanan yang memiliki sejarah panjang mengabdi kepada Republik ini dihadapkan pada dua pilihan. Pertama memegang amanah sejarah dan kedua melakoni demokrasi melalui pemilihan langsung (pilkada). &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari sisi sejarah pun ada dua model. Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII diangkat oleh presiden sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY hingga akhir hayat meski Sri Sultan HB IX merangkap jabatan sebagai menteri bahkan wakil presiden. Sedangkan Sultan dan Paku Alam berikutnya yaitu Sultan HB X dan Paku Alam IX ditetapkan DPRD sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk masa jabatan lima tahun. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sri Sultan HB X mempertegas langkah modernisasi dan demokrasi. Itu ditegaskannya tahun lalu, tepatnya 7 April. Pada orasi budaya berjudul Mengabdi untuk Pertiwi, Ngarso Dalem mengatakan tidak bersedia lagi dicalonkan sebagai Gubernur DIY. Sri Sultan bahkan menitipkan masyarakat Yogyakarta kepada gubernur terpilih. Sikap Sultan itu jelas memperlihatkan bahwa dia ingin mengakhiri dualisme kepemimpinan di Yogya. Yakni Sultan sebagai gubernur dan Sultan sebagai raja. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur dalam sistem pemerintahan modern yang demokratis mengurusi birokrasi pemerintahan, mengatur urusan publik, politik, penegakan hukum, dan lain-lain. Kerja gubernur harus transparan dan tidak kebal terhadap pengawasan oleh institusi demokrasi yang rasional. Dalam perspektif itu monarki konstitusional seperti Yogyakarta tidak lagi relevan. Karena gubernur tidak melalui pemilu yang demokratis, tanpa partisipasi publik, dan memperlihatkan watak kekuasaan yang feodalistik. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai raja, keraton dan Puro Pakualaman harus dilepaskan dari birokrasi pemerintahan modern. Dengan demikian, nilai-nilai keluhuran dan kewibawaan raja tidak tercemar intervensi politik. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keistimewaan Yogyakarta dengan Sultan dan Paku Alam tetap sebagai gubernur dan wakil gubernur sebenarnya masih diperkenankan oleh konstitusi. UUD 1945 tetap mengakui dan menghormati pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa yang diatur dengan UU. Persoalannya Sultan sudah bertitah. Dan titah seorang raja pantang dicabut. Keistimewaan Yogyakarta pun mulai terganggu. Terganggu karena masa jabatan Sri Sultan HB X-Paku Alam IX berakhir 8 Oktober, sementara UU DIY belum juga rampung dan Sultan ingin lengser. Jika pemerintah sedikit saja serius, seharusnya sejak 2007 sudah menyiapkan RUU tentang Keistimewaan Yogyakarta. Namun, hingga pekan ini, RUU tersebut belum pula dibahas. RUU Keistimewaan Yogyakarta tetap mengakomodasi keistimewaan Yogyakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akan dipilih melalui pilkada, sedangkan Sultan dan Paku Alam berada dalam Parardhya, sebuah lembaga yang mempunyai fungsi sebagai simbol, pelindung dan penjaga budaya, serta pengayom dan pemersatu masyarakat Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut informasi lengkap tentang Yogyakarta :&lt;a title="Berkas:Locator_yogya_final.png" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Locator_yogya_final.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSU-9sxGcI/AAAAAAAAADg/4zW6nCIR9vQ/s1600-h/200px-Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247983275228600770" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 126px; height: 159px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSU-9sxGcI/AAAAAAAAADg/4zW6nCIR9vQ/s200/200px-Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg" width="134" border="0" height="172" /&gt;&lt;/a&gt;Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Daerah tersebut terkena bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 1,2 juta orang tidak memiliki rumah.&lt;br /&gt;Propinsi DI. Yogyakarta memiliki lembaga pengawasan pelayanan umum bernama Ombudsman Daerah Yogyakarta yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur DIY. Sri Sultan HB X pada tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Sejarah_Awal_Pembentukan_Daerah_Istimewa"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Awal Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSaEhHmqII/AAAAAAAAADw/HgDyRpD6-ZM/s1600-h/keraton_yogya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247988868193888386" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSaEhHmqII/AAAAAAAAADw/HgDyRpD6-ZM/s200/keraton_yogya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.&lt;br /&gt;Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Yogyakarta meliputi:&lt;br /&gt;Kabupaten &lt;a title="Kota Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta"&gt;Kota Yogyakarta&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,&lt;br /&gt;Kabupaten &lt;a title="Sleman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sleman"&gt;Sleman&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,&lt;br /&gt;Kabupaten &lt;a title="Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantul"&gt;Bantul&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,&lt;br /&gt;Kabupaten &lt;a title="Gunungkidul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunungkidul"&gt;Gunungkidul&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,&lt;br /&gt;Kabupaten &lt;a title="Kulonprogo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulonprogo"&gt;Kulonprogo&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Secodiningrat.&lt;br /&gt;Sedangkan kekuasaan Praja Paku Alaman meliputi:&lt;br /&gt;&lt;a title="Kabupaten Kota Paku Alaman (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabupaten_Kota_Paku_Alaman&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Kabupaten Kota Paku Alaman&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,&lt;br /&gt;&lt;a title="Kabupaten Adikarto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Adikarto"&gt;Kabupaten Adikarto&lt;/a&gt; dengan bupatinya KRT Suryaningprang.&lt;br /&gt;Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.&lt;br /&gt;Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta No. 18 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.&lt;br /&gt;"(1) Daerah jang meliputi daerah Kesultanan Jogjakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Jogjakarta. (2) Daerah Istimewa Jogjakarta adalah setingkat dengan Propinsi."(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)&lt;br /&gt;&lt;a name="Referensi_bagian_ini"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="Pembagian_administratif"&gt;&lt;/a&gt;Pembagian administratif&lt;br /&gt;Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas 4 kabupaten dan 1 kota. Ibu kotanya adalah Yogyakarta. Berikut adalah daftar kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, beserta ibukota kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Perekonomian"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Perekonomian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSX6HGbMEI/AAAAAAAAADo/qvTmmr7MTbo/s1600-h/BAP-005-Wiyar-Yogya-Tulis-P.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247986490387673154" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSX6HGbMEI/AAAAAAAAADo/qvTmmr7MTbo/s200/BAP-005-Wiyar-Yogya-Tulis-P.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagian besar perekonomian di Yogyakarta disokong oleh hasil cocok tanam, berdagang, kerajinan (kerajinan perak, kerajinan wayang kulit, dan kerajinan anyaman), dan wisata. Namun ada juga sebagian warga yang hidup dari ekspansi dunia pendidikan seperti rumah kost buat mahasiswa. Merupakan pemandangan yang biasa ketika anda sampai di Stasiun Yogyakarta atau di halte khusus tempat perhentian bus-bus pariwisata, anda akan disambut oleh banyak tukang becak. Mereka akan mengantarkan anda ke tempat tujuan mana saja yang layak untuk anda nikmati seperti toko baju, toko bakpia, mal, atau sekadar membeli cinderamata. Anda pun akan heran setelah tukang becak itu mengajak anda berkeliling kota seharian, mereka hanya akan meminta bayaran yang rendah. Mengapa bisa demikian? Ternyata mereka juga sudah mendapat bagian dari mengantarkan anda ke toko-toko tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pemerintahan&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Dasar filosofi yang lain adalah Hamangku-Hamengku-Hamengkoni, Tahta Untuk Rakyat, dan Tahta untuk Kesejahteraan Sosial-kultural.&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara legal formal dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 3) dan UU Nomor 19 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 48) yang diberlakukan mulai 15 Agustus 1950 dengan PP Nomor 31 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 58).&lt;br /&gt;UU Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai isi yang sangat singkat dengan 7 pasal dan sebuah lampiran daftar kewenangan otonomi. UU tersebut hanya mengatur wilayah dan ibu kota, jumlah anggota DPRD, macam kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa, serta aturan-aturan yang sifatnya adalah peralihan.&lt;br /&gt;UU Nomor 19 Tahun 1950 sendiri adalah revisi dari UU Nomor 3 Tahun 1950 yang berisi penambahan kewenangan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;Pembagian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi &lt;a title="Kabupaten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten"&gt;kabupaten&lt;/a&gt; -kabupaten dan &lt;a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota"&gt;kota&lt;/a&gt; yang berotonomi dan diatur dengan &lt;a title="s:UU Nomor 15 Tahun 1950" href="http://id.wikisource.org/wiki/UU_Nomor_15_Tahun_1950"&gt;UU Nomor 15 Tahun 1950&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;(Berita Negara Tahun 1950 Nomor 44) dan &lt;a title="s:UU Nomor 16 Tahun 1950" href="http://id.wikisource.org/wiki/UU_Nomor_16_Tahun_1950"&gt;UU Nomor 16 Tahun 1950&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;(Berita Negara Tahun 1950 Nomor 45). Kedua undang-undang tersebut diberlakukan dengan &lt;a title="s:PP Nomor 32 Tahun 1950" href="http://id.wikisource.org/wiki/PP_Nomor_32_Tahun_1950"&gt;PP Nomor 32 Tahun 1950&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;( Berita Negara Tahun 1950 Nomor 59) yang mengatur Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten-kabupaten:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a title="Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantul"&gt;Bantul&lt;/a&gt; beribukota di Bantul&lt;br /&gt;&lt;a title="Sleman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sleman"&gt;Sleman&lt;/a&gt; beribukota di Sleman&lt;br /&gt;&lt;a title="Gunung kidul (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_kidul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Gunung kidul&lt;/a&gt; beribukota di Wonosari&lt;br /&gt;&lt;a title="Kulon Progo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulon_Progo"&gt;Kulon Progo&lt;/a&gt; beribukota di Sentolo&lt;br /&gt;&lt;a title="Adikarto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adikarto"&gt;Adikarto&lt;/a&gt; beribukota di Wates&lt;br /&gt;Kota Besar Yogyakarta &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan alasan efisiensi, pada tahun &lt;a title="1951" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1951"&gt;1951&lt;/a&gt;, kabupaten Adikarto yang beribukota di Wates digabung dengan kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Sentolo menjadi Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates. Penggabungan kedua daerah ini berdasarkan &lt;a title="s:UU Nomor 18 Tahun 1951" href="http://id.wikisource.org/wiki/UU_Nomor_18_Tahun_1951"&gt;UU Nomor 18 Tahun 1951&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;(Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 101). Semua UU mengenai pembentukan DIY dan Kabupaten dan Kota di dalam lingkungannya, dibentuk berdasarkan UU Pokok tentang Pemerintah Daerah (UU No 22 Tahun 1948).&lt;br /&gt;Selanjutnya, demi kelancaran tata pemerintahan, sesuai dengan mosi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6/1952 tertanggal 24 September 1952, daerah-daerah enclave Imogiri, Kota Gede, dan Ngawen dilepaskan dari Propinsi Jawa Tengah dan kabupaten-kabupaten yang bersangkutan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten-kabupaten yang wilayahnya melingkari daerah-daerah enclave tersebut.&lt;br /&gt;Penyatuan enclave-enclave ini berdasarkan &lt;a title="s:UU Darurat Nomor 5 Tahun 1957" href="http://id.wikisource.org/wiki/UU_Darurat_Nomor_5_Tahun_1957"&gt;UU Darurat Nomor 5 Tahun 1957&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;(Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 5) yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi &lt;a title="s:UU Nomor 14 Tahun 1958" href="http://id.wikisource.org/wiki/UU_Nomor_14_Tahun_1958"&gt;UU Nomor 14 Tahun 1958&lt;/a&gt; &lt;a title="Wikisource-logo.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg"&gt;&lt;/a&gt;(Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1562).&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSaQxhTiuI/AAAAAAAAAD4/GTIIthxJU-A/s1600-h/250px-UGM.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247989078755085026" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSaQxhTiuI/AAAAAAAAAD4/GTIIthxJU-A/s200/250px-UGM.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai Kota Gudeg, juga dijuluki Kota Pelajar. Di kota ini terdapat universitas negeri tertua di Indonesia, &lt;a title="Universitas Gadjah Mada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Gadjah_Mada"&gt;Universitas Gadjah Mada&lt;/a&gt; (UGM) dan juga berbagai universitas swasta terkenal lainnya seperti &lt;a title="'UPN" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=UPN_%22Veteran%22&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;UPN "Veteran"&lt;/a&gt;, &lt;a title="AMIKOM (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=AMIKOM&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;AMIKOM&lt;/a&gt;, &lt;a title="STMIK AKAKOM (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=STMIK_AKAKOM&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;STMIK AKAKOM&lt;/a&gt;,Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (&lt;a title="STTKD" href="http://id.wikipedia.org/wiki/STTKD"&gt;STTKD&lt;/a&gt;), STIE SBI, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), &lt;a title="Universitas Islam Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Islam_Indonesia"&gt;Universitas Islam Indonesia&lt;/a&gt; (UII) yang merupakan universitas swasta tertua di Indonesia, &lt;a title="Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Muhammadiyah_Yogyakarta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Universitas Muhammadiyah Yogyakarta&lt;/a&gt; (UMY), Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Atmajaya yogyakarta (UAJY) dan lain sebagainya, selain &lt;a title="Institut Seni Indonesia Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Seni_Indonesia_Yogyakarta"&gt;Institut Seni Indonesia Yogyakarta&lt;/a&gt; (ISI Yogyakarta) dan &lt;a title="Universitas Negeri Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Negeri_Yogyakarta"&gt;Universitas Negeri Yogyakarta&lt;/a&gt; (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bisa dikatakan bahwa di kota ini sebagian besar penduduknya relatif memiliki pendidikan sampai tingkat SMU.&lt;br /&gt;&lt;a name="Transportasi"&gt;&lt;/a&gt;Transportasi&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tranportasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Transportasi yang ada di Yogyakarta terdiri dari transportasi darat (bus umum, taksi, kereta api, andhong (kereta berkuda), dan becak) dan udara (pesawat terbang). Pada awal Maret 2008, pemerintah DIY telah mengoperasikan bis &lt;a title="TransJogja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/TransJogja"&gt;TransJogja&lt;/a&gt; sebagai usaha untuk membuat transportasi di kota ini nyaman, murah dan andal.&lt;br /&gt;Jalan-jalan di Yogyakarta kini sudah lebih rapi dan bersih dibandingkan tahun-tahun terdahulu karena komitmen pemerintah daerah Yogyakarta untuk menjadikan Yogyakarta sebagai kota pariwisata (terbukti dengan dibuatnya TV raksasa di salah satu jalan raya Yogyakarta untuk berpromosi dan papan stasiun kereta api). Walaupun demikian, jalan-jalan di Yogyakarta juga tergolong sering mengalami kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Budaya&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNScLDuZraI/AAAAAAAAAEI/etU5sAVx4dw/s1600-h/ABDI_DALEM_KERATON_YOGYA%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247991179585891746" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNScLDuZraI/AAAAAAAAAEI/etU5sAVx4dw/s200/ABDI_DALEM_KERATON_YOGYA%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tempat Wisata Menarik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSa6RXvy9I/AAAAAAAAAEA/Lo06rrrJy_g/s1600-h/images9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247989791679564754" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSa6RXvy9I/AAAAAAAAAEA/Lo06rrrJy_g/s200/images9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Objek wisata yang menarik di Yogyakarta: &lt;a title="Malioboro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malioboro"&gt;Malioboro&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kebun Binatang Gembiraloka (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebun_Binatang_Gembiraloka&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Kebun Binatang Gembiraloka&lt;/a&gt;, &lt;a title="Istana Air Taman Sari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Air_Taman_Sari"&gt;Istana Air Taman Sari&lt;/a&gt;, &lt;a title="Museum Monumen Yogya Kembali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Monumen_Yogya_Kembali"&gt;Monumen Jogja Kembali&lt;/a&gt;, &lt;a title="Museum Keraton Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Keraton_Yogyakarta"&gt;Museum Keraton Yogyakarta&lt;/a&gt;, &lt;a title="Museum Sonobudoyo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Sonobudoyo"&gt;Museum Sonobudoyo&lt;/a&gt;, &lt;a title="Lereng Merapi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lereng_Merapi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Lereng Merapi&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kaliurang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaliurang"&gt;Kaliurang&lt;/a&gt;, &lt;a title="Pantai Parangtritis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pantai_Parangtritis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Pantai Parangtritis&lt;/a&gt;, &lt;a title="Pantai Baron (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pantai_Baron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Pantai Baron&lt;/a&gt;, &lt;a title="Pantai Samas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Samas"&gt;Pantai Samas&lt;/a&gt;, &lt;a title="Goa Selarong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Goa_Selarong"&gt;Goa Selarong&lt;/a&gt;, &lt;a title="Candi Prambanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan"&gt;Candi Prambanan&lt;/a&gt;, &lt;a title="Candi Kalasan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Kalasan"&gt;Candi Kalasan&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Candi Ratu Boko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ratu_Boko"&gt;Kraton Ratu Boko&lt;/a&gt;. Yogyakarta terkenal dengan makanan yang enak, murah, bergizi sekaligus membuat kangen orang-orang yang pernah singgah atau berdomisili di kota ini. Ada &lt;a title="Angkringan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angkringan"&gt;angkringan&lt;/a&gt; dengan menu khas mahasiswa, ada bakmi godhog di &lt;a title="Pojok Beteng (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pojok_Beteng&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Pojok Beteng&lt;/a&gt;, sate kelinci di &lt;a title="Kaliurang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaliurang"&gt;Kaliurang&lt;/a&gt; plus jadah Mbah Carik, sate karang &lt;a title="Kotagedhe (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kotagedhe&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Kotagedhe&lt;/a&gt;, sego abang Njirak Gunung Kidul dan masih banyak tempat wisata kuliner yang lain. Di wilayah selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Wonokromo, terdapat Sate Klathak. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-6118457507728794196?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/6118457507728794196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=6118457507728794196&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6118457507728794196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6118457507728794196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/09/pulang-ke-kotamu-jogjakarta-di.html' title='Pulang ke kotamu....... Jogjakarta di persimpangan jalan...'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SNSGdevS76I/AAAAAAAAADI/pHpGEa474L0/s72-c/tugu-yogya1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-4512791018450201174</id><published>2008-09-16T07:10:00.004+07:00</published><updated>2008-12-19T13:35:34.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Peduli dan Profesional</title><content type='html'>Em.... judul ini adalah penggalan slogan PKS. Memang sangat dalam kalo direnungkan dan memang keharusan dalam implementasinya. Kemarin sore terjadi "tragedi kemiskinan", yaitu jatuhnya korban 21 orang meninggal saat berdesak-desakan dalam pembagian zakat oleh seorang pengusaha nan kaya. Barokallah atas kepedulian pengusaha tadi, semoga Allah memberi balasan kebaikan atas niatan dan kepeduliannya. - amiin&lt;br /&gt;'Tragedi kemiskinan" seperti yang terjadi di Pasuruan sebenarnya bukan kali pertama. Sudah sering kali desak - desakan pembagian BLT, pembagian daging kurban, pembagian sembako yang sebagian dari mereka justru menjadi korban. Kejadian ini ibarat semut mati ditetesan air gula..... eh gak sama yah ibaratnya ? Biarin !&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita ambil ibrohnya. Diantaranya kepedulian, baik oleh pemerintah maupun individu memang harus profesional menjalankannya. Kalau kata ustadz, kepedulian adalah bagian daripada ibadah dan ibadah yang kita lakukan haruslah profesional sehingga tetap sasaran, baik sempurna di hadapan Allah maupun sempurna dihadapan manusia. Ustadz Hilmi mengatakan profesional adalah kesalehan kompetensi. Dalam setiap amal yang dilakukan maka kita harus memiliki ilmunya. Banyak birokrat yang harus di penjara bukan lantaran korupsi, tetapi karena kebodohan dalam pengelolaan amanah yang dipikulnya. Ternyata dalam bagi membagi zakatpun sekarang dituntut profesionalisme agar zakat yang dikeluarkan bisa maksimal bermanfaat, menjangkau sasaran, dan tidak menimbulkan ekses negatif seperti yang terjadi di Pasuruan kemarin sore.&lt;br /&gt;Ibroh berikutnya, ternyata karena krisis dan kenaikan BBM beberapa waktu lalu meningkatkan jumlah rakyat miskin di negeri tercinta ini. Hal yang terjadi di Pasuruan kemarin sore dan rebutan daging qurban tahun lalu di Masjid Istiqlal adalah bukti nyata. Di samping kurangnya profesionalisme mengaturnya, hal ini bisa terjadi juga bisa disebabkan sedikitnya orang yang peduli sehingga pembagian - pembagian seperti ini terkonsentrasi pada satu titik. Seperti hukum ekonomi, tidak seimbangnya permintaan dan penawaran.&lt;br /&gt;Marilah di bulan Romadhon ini kita tingkatkan kepedulian kepada ummat dengan tenaga dan harta kita, semoga dengan semakin banyaknya kaum dhuafa' bisa diimbangi dengan semakin banyaknya kaum dermawan yang mau berkurban dan berbagi. Wallohu 'alam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-4512791018450201174?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/4512791018450201174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=4512791018450201174&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4512791018450201174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/4512791018450201174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/09/peduli-dan-profesional.html' title='Peduli dan Profesional'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-6292974013742984430</id><published>2008-08-22T19:57:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T13:38:28.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Family Gathering 2008</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SK65adUbF1I/AAAAAAAAAC0/UJLvd0pBnow/s1600-h/fg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237327280876492626" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SK65adUbF1I/AAAAAAAAAC0/UJLvd0pBnow/s200/fg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Event tahunan ini selalu dinanti oleh seluruh warga PCR, disamping bagi - bagi doorprize... juga sebagai ajang silaturahiim semua keluarga PCR. Anak - anak bersosialisasi dengan sebayanya, ibu - ibu ngerumpi kesana kemari sambil menimang - nimang anaknya, dan yang nggak kalah pentingnya adalah lomba - lomba sebagai sarana keakraban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada yang hilang rasanya untuk tahun ini, family-nya kemana mana :P Istri di Sydney, anak anak di Palembang.... em sehingga terasa sangat kurang ditengah keceriaan keluarga besar PCR. Terbayang 2 tahun lalu, kami dapat banyak hadiah.... menang lomba masak nasi goreng berpasangan..... banyak rezeki juga dari doorprize-nya. Yah gpp, ini suatu pengorbanan, semoga semua kembali berkumpul dgn penuh keceriaan tahun depan, Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237327502792380466" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SK65nYBS0DI/AAAAAAAAAC8/rd5XyJ7FQ78/s320/P2169212.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-6292974013742984430?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/6292974013742984430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=6292974013742984430&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6292974013742984430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/6292974013742984430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/family-gathering-2008.html' title='Family Gathering 2008'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SK65adUbF1I/AAAAAAAAAC0/UJLvd0pBnow/s72-c/fg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-2164153827895140775</id><published>2008-08-19T21:47:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T13:39:09.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Main ma anak tetangga......</title><content type='html'>&lt;div&gt;Kerinduan dengan anak tercinta memang tidak bisa dipendam ataupun disembunyikan. Apalagi kadang mereka bertingkah lucu walau kadang nyebelin.... hehehhe, namanya juga anak kecil :P Kita sebagai orang tua yang harus memahami mereka, apalagi kita juga pernah kecil, ingat nggak ? Jangan anak - anak yang dipaksa memehami orang dewasa..... teorinya.... memang susah, tapi kali harus dibiasakan ! Ais.... Hafshoh ! I miss u !&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKrfGI88zCI/AAAAAAAAACs/iLU5xjmRxhY/s1600-h/170820081391.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236242813346958370" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKrfGI88zCI/AAAAAAAAACs/iLU5xjmRxhY/s200/170820081391.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buat menghibur diri, main aja ma anak - anak tetangga yang memang seusia Ais dan Hafshoh, walaupun hanya sekedar main pancing2an ikan pake magnet..... Wah perumahan kami, yang semua adalah warga PCR adalah komunitas yang lagi produktif! Maklumlah karena memang pegawai di PCR sebaya semua, jadi rata - rata mereka punya 2 atau 3 anak kecil. Tiap tahun belasan poly kids (kami menyebut begitu untuk anak - anak yang terlahir dari pasangan di PCR) terlahir. Wah PT ASKES bisa rugi tuh harus menanggung semua kelahiran baik yang normal ataupun caesar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-2164153827895140775?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/2164153827895140775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=2164153827895140775&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2164153827895140775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2164153827895140775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/main-ma-anak-tetangga.html' title='Main ma anak tetangga......'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKrfGI88zCI/AAAAAAAAACs/iLU5xjmRxhY/s72-c/170820081391.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-7518274539803060824</id><published>2008-08-15T17:32:00.002+07:00</published><updated>2008-12-19T13:40:12.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Hari pertama sekolah Hafshoh....</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-5587c281c0eadb28" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D5587c281c0eadb28%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1329925345%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D68294E5208F17EC162DC88AEB71F590FB86272E1.4744F31496C9C3C563108D8BAFD7F40FD29AB4DF%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D5587c281c0eadb28%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D4mT6aLQjzfRYrs4gLeMEFEvF1jY&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D5587c281c0eadb28%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1329925345%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D68294E5208F17EC162DC88AEB71F590FB86272E1.4744F31496C9C3C563108D8BAFD7F40FD29AB4DF%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D5587c281c0eadb28%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D4mT6aLQjzfRYrs4gLeMEFEvF1jY&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di hari pertama hafshoh play group... masih bingung... soalnya dia terlambah 1 minggu masuk dibandingkan teman - temannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru di hari kedua dia ceria mengikuti instruksi gurunya untuk senam, lompat- lompat..... Sebenarnya dia masuk ke kelas play group, tapi lantaran sepupunya masuk kelas TK, jadinya hafshoh masuk kelas TK....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVfwChWxGI/AAAAAAAAACk/EFVoZTBZcW0/s1600-h/P7210264-hafs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234695420803204194" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVfwChWxGI/AAAAAAAAACk/EFVoZTBZcW0/s200/P7210264-hafs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di hari ke-2 itu ada kejadian lucu... kaos kaki dia nggak ketemu. (Ini manajemen TKnya emang belum bagus, maklum TKnya baru berdiri), jadi saat dilepas tidak ditaruh di tempat khusus ataupun diberi label. Jadinya hafshoh nggak mau pulang lantaran kaos kakinya gak ketemu..... Wah gurunya yang 4 orang itu sibuk deh bolak balik... kesana kemari cari kaos kaki Hafshoh, celakanya lagi... abinya juga gak tau yang mana, wong itu baru aja dibelikan ma neneknya. Setiap gurunya menunjukkan sebuah kaos kaki selalu dia bilang bukan.... cuapek deh :(&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya karena bujuk rayu gurunya dengan diberi seragam olah raga (emang bagian dia, harusnya besuk dibagikan), langsung deh dengan senyum kegirangan dia berlari ke abinya.... eh kecil - kecil gampang disuap yah :P&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-7518274539803060824?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=5587c281c0eadb28&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/7518274539803060824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=7518274539803060824&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7518274539803060824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/7518274539803060824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/hari-pertama-sekolah-hafshoh.html' title='Hari pertama sekolah Hafshoh....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVfwChWxGI/AAAAAAAAACk/EFVoZTBZcW0/s72-c/P7210264-hafs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-2794694470547338944</id><published>2008-08-15T17:16:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T13:39:33.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Minggu - minggu pertama sekolah Aisyah...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVaUQhvCxI/AAAAAAAAACc/E1SESb3EG_g/s1600-h/22072008084_ais_sekolah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234689445968415506" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVaUQhvCxI/AAAAAAAAACc/E1SESb3EG_g/s200/22072008084_ais_sekolah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div&gt;&lt;div&gt;Begitu ceria dan suka citanya Aisyah sekolah di SD. Sekolah SD dengan seragam merah putihnya begitu ia dambakan sejak sebelum TK. Waktu berkunjung di Jogja, ikut Yang ti (nenek) ke sekolahnya dan pulang berseragam merah putih.... eh seragamnya sekarang tertinggal di Pekanbaru (emang sengaja nggak dibawa karena lengan pendek dak roknya pendek).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat memang bisa masuk SD di Belitang, langsung deh sama umminya dibuatin 2 baju merah - putih... (kedodoran.... gimana sih pesannya? :P ). Aisyah sebenarnya belum layak masuk SD secara ummur, karena baru 5 tahun.... Tetapi lantaran dah banyak pengasaannya (baca sudah lancar, ngaji juga sudah mulai jilid 5 Iqro'), biarlah dia di SD daripada di TK mulu acaranya bernyanyi saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aisyah tiap hari berangkat dengan sepupunya... diminggu pertama minta abinya antar jemput... (yah gpp wong bersama abinya juga 1 minggu itu aja). Kalau ditanya temen ais berapa ? dah kenalan belum ? Jawabnya gak ada.... abisnya pada diem (lho koq menyalahkan temennya :P ). Setelah hampir sebulan, kalo ditanya lagi via telp, dah berapa temennya ? dah kenalan belum ? Eh jawabnya sama... lum ada! Wah jangan - jangan ada masalah nich di sosialisasi.... Padahal anak kecil kan paling gampang akrab dengan anak lain. Gimana tuh ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-2794694470547338944?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/2794694470547338944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=2794694470547338944&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2794694470547338944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/2794694470547338944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/minggu-minggu-pertama-sekolah-aisyah.html' title='Minggu - minggu pertama sekolah Aisyah...'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SKVaUQhvCxI/AAAAAAAAACc/E1SESb3EG_g/s72-c/22072008084_ais_sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-514196851925347727</id><published>2008-08-07T17:06:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T13:37:38.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Goresan isi hati Aisyah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJrUWe8v8jI/AAAAAAAAACE/DkRjhN-bsmU/s1600-h/260720080951.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJrUWe8v8jI/AAAAAAAAACE/DkRjhN-bsmU/s1600-h/260720080951.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231727399874327090" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJrUWe8v8jI/AAAAAAAAACE/DkRjhN-bsmU/s320/260720080951.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Waktu beberapa minggu lalu kami masih lengkap bersama di Pekanbaru.... Ais yang lagi belajar menulis mengungkapkan isi hatinya tentang umminya. Dia tidak ingin umminya balik lagi ke Autralia. Haru dan sedih rasanya.... demi ambisi orang tua kadang kita mengabaikan perasaan anak... tetapi apa daya sebagai seorang anak.... mungkin hanya goresan - goresan inilah ungkapan yang mampu dia lakukan. Astaghfirullah..........&lt;br /&gt;Saat melepas di bandara.... hanya Ais yang melelehkan air matanya, begitu juga saat harus perpisah dengan abinya.... Tak disangka, Ais sosok anak yang kuat, bahkan kalo berlari jatuh, tidak pernah sekalipun dibantu untuk bangkit, ternyata air matanya banyak saat - saat momen perpisahan.Berbeda dengan adiknya, yang sejak bayi cengengnya minta ampun tetapi sejak awal di berikrar bahwa nggak akan menangis saat nanti ditunggal umminya. Dan itu terbukti ! &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232367984211783058" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJ0a9ZkR7ZI/AAAAAAAAACM/i1Y6CkJfTA4/s320/260720080971.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJrUWe8v8jI/AAAAAAAAACE/DkRjhN-bsmU/s1600-h/260720080951.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-514196851925347727?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/514196851925347727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=514196851925347727&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/514196851925347727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/514196851925347727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/goresan-isi-hati-aisyah.html' title='Goresan isi hati Aisyah'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cax4GP9Ra6I/SJrUWe8v8jI/AAAAAAAAACE/DkRjhN-bsmU/s72-c/260720080951.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-3051942057600472137</id><published>2008-08-03T14:59:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T13:37:06.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Melepas Rindu Menebar Benih - Misi Sukses !</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVpzm06z5I/AAAAAAAAABI/vWCb4bJYgLc/s1600-h/P7160170_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230202877577449362" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVpzm06z5I/AAAAAAAAABI/vWCb4bJYgLc/s320/P7160170_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, Alloh memberi yang terbaik.&lt;br /&gt;Dua bulan yang lalu saat istriku tercinta mengungkapkan hasratnya untuk pulang tengah tahun ini dan ternyata sekolahnya juga sampai akhir tahun ini saja, maka terbesit suatu agenda yang sebenarnya tergeser karena agenda sekolah, yaitu project punya anak ke-3 :). Sebenarnya target ini saat nanti istri pulang ke Indonesia, ternyata Allah mempercepatnya. Akhirnya tema kepulangan istri tercinta adalah " Melepas Rindu Menebar Benih..." Cerita selengkapnya &lt;a href="http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/07/project-berhasil.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-3051942057600472137?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/3051942057600472137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=3051942057600472137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3051942057600472137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3051942057600472137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/08/melepas-rindu-menebar-benih-misi-sukses.html' title='Melepas Rindu Menebar Benih - Misi Sukses !'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVpzm06z5I/AAAAAAAAABI/vWCb4bJYgLc/s72-c/P7160170_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7052201420218438715.post-3849476269060734776</id><published>2008-06-24T17:44:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T17:49:17.752+07:00</updated><title type='text'>Tulisan Pertama....</title><content type='html'>Hari ini adalah hari migrasi dari wordpress ke blogspot. Ternyata di wordpress terbatas banget ! Apa gue yang nggak tau gimana custumize-nya ya ???..... Tapi biasanya liat blog cukup variatif di blogspot sih..... Tapi sebenarnya gue males tulis, jadi walau di sini tidak menjamin menjadi blogger yang baik hehheheh.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7052201420218438715-3849476269060734776?l=erwinsn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://erwinsn.blogspot.com/feeds/3849476269060734776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7052201420218438715&amp;postID=3849476269060734776&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3849476269060734776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7052201420218438715/posts/default/3849476269060734776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://erwinsn.blogspot.com/2008/06/tulisan-pertama.html' title='Tulisan Pertama....'/><author><name>Abu Mumtaz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10190394955605984349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_cax4GP9Ra6I/SJVuKFEwu4I/AAAAAAAAABc/QZDjlcIqfO0/S220/PA311002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
